Menu ✖

Otomatis

NASIONAL

Menkomdigi Ungkap 60 Juta Warga Belum Terkoneksi Internet

Avatar photobadge-check

Menkomdigi Ungkap 60 Juta Warga Belum Terkoneksi Internet Perbesar

JAKARTA, transnews.co.id || Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengungkapkan bahwa sekitar 60 juta warga Indonesia belum terkoneksi internet.

Menurutnya, pemerintah kini mempercepat pembangunan konektivitas digital hingga ke desa-desa tertinggal melalui kolaborasi lintas kementerian.

“Sekitar 60 juta jiwa belum terkoneksi dengan internet sehingga kita perlu melakukan percepatan karena akses terhadap informasi merupakan hak asasi manusia sesuai amanat Undang-Undang Dasar 1945,” kata Meutya dalam siaran pers komdigi.go.id dikutip Kamis (23/10/2025).

MoU dengan Kemendes PDT

Menkomdigi
Menteri Meutya Hafid dan Menteri Yandri Susanto menunjukkan dokumen MoU antara Kemkomdigi dan Kemendes PDT di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, Selasa (21/10/2025) (Komdigi)

Kemenkomdigi berkolaborasi dengan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) sebagai langkah percepatan pembangunan konektivitas desa.

Sinergi ini akan memungkinkan pemerintah memetakan kebutuhan infrastruktur digital secara lebih akurat dan tepat sasaran.

“Dengan MoU ini, Kemkomdigi dan Kemendes PDT akan mencocokkan data desa yang belum terkoneksi untuk menentukan mana yang akan kita prioritaskan untuk dibangun koneksinya di tahun 2026,” ujar Meutya.

Meutya mengatakan kerja sama ini adalah upaya untuk memberikan akses informasi yang merata kepada seluruh masyarakat Indonesia.

“Transformasi digital harus bisa dirasakan di tingkat terkecil hingga ke desa-desa,” pungkasnya.

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto mengatakan ketersediaan konektivitas menjadi faktor penting dalam kemajuan desa.

“Salah satu yang sangat menentukan maju atau tidaknya suatu desa itu adalah masalah internet dan sinyal,” tuturnya.

Melalui kerja sama ini, pembangunan infrastruktur konektivitas di pedesaan diharapkan dapat berjalan lebih tepat sasaran.

“Kami akan menyusun prioritas desa mana yang harus diintervensi lebih dulu, lebih cepat, lebih tepat,” tandasnya.

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

HLN ke-81: PLN Perkuat Peran Listrik sebagai Penggerak Kehidupan dan Kemandirian Bangsa

28 Okt 2026 - 14:23 WIB

HLN ke-81: PLN Perkuat Peran Listrik sebagai Penggerak Kehidupan dan Kemandirian Bangsa

Fakultas Keperawatan Universitas Jember, Grebek Tani Sehat di Wonosari

27 Okt 2026 - 22:21 WIB

Fakultas Keperawatan Universitas Jember, Grebek Tani Sehat di Wonosari

Atasi Banjir Sidoarjo, Kapasitas Pompa Sekardangan Naik 5 Kali Lipat, Subandi Soroti Kualitas Proyek

27 Okt 2026 - 19:52 WIB

Atasi Banjir Sidoarjo, Kapasitas Pompa Sekardangan Naik 5 Kali Lipat, Subandi Soroti Kualitas Proyek

Pembangunan SRT 2 Kota Blitar Rampung 100 Persen, Peresmian Serentak Masih Tertunda

27 Okt 2026 - 19:50 WIB

Pembangunan SRT 2 Kota Blitar Rampung 100 Persen, Peresmian Serentak Masih Tertunda

Buka UKW Perdana di Kalsel, Ketum SWI Tegaskan Komitmen Cetak Wartawan Profesional

27 Okt 2026 - 16:29 WIB

Buka UKW Perdana di Kalsel, Ketum SWI Tegaskan Komitmen Cetak Wartawan Profesional

Tiga Srikandi Komunikasi UPER Harumkan Nama Kampus di Konvensi Humas Indonesia 2026

27 Okt 2026 - 15:51 WIB

Tiga Srikandi Komunikasi UPER Harumkan Nama Kampus di Konvensi Humas Indonesia 2026
Trending di PENDIDIKAN