Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

NASIONAL

Menlu: Inklusivitas Kunci Presidensi Indonesia di G20 Tahun 2022

LOGOS TNbadge-check


					Menlu: Inklusivitas Kunci Presidensi Indonesia di G20 Tahun 2022 Perbesar

Bogor, Transnews.co.id – Selama memegang tongkat estafet Presidensi G20 yang akan dimulai pada 1 Desember 2021, Indonesia akan memegang semangat utama pulih bersama. Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Retno LP Marsudi menekankan untuk pulih bersama tersebut diperlukan semangat inklusivitas, solidaritas, kerja sama, kolaborasi, dan kemitraan.

“Inklusivitas akan menjadi salah satu kata kunci dalam Presidensi G20 Indonesia. Indonesia tidak hanya akan memperhatikan kepentingan anggota G20 saja namun juga kepentingan negara berkembang dan kelompok rentan. Ini memang merupakan DNA politik luar negeri Indonesia,” ujar Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno LP Marsudi dalam keterangan pers bersama terkait Kesiapan Presidensi Indonesia di G20 Tahun 2022, Selasa (14/09/2021) malam.

Retno menegaskan, Indonesia akan memberikan perhatian besar kepada negara berkembang baik di Asia, Afrika, Amerika Latin, termasuk negara-negara kepulauan kecil di Pasifik dan Karibia.

“Kita juga akan merangkul keterlibatan berbagai kalangan perempuan, pemuda, akademisi, dunia usaha, dan parlemen,” imbuhnya. Selama menjalankan tugas Presidensi G20 ini, papar Menlu, selain isu kesehatan dan pandemi serta pembangunan berkelanjutan, perhatian besar akan diberikan kepada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan ekonomi digital yang sukses menjadi penggerak ekonomi di masa pandemi.

“Kita juga ingin mendorong pengakuan atas peran penting dan pemberdayaan tenaga kerja difabilitas dalam dunia kerja,” terangnya. Selain itu, akan diselenggarakan pula forum bisnis dan kemitraan di sektor infrastruktur berkelanjutan dan investasi kesehatan.

“Kita perlu memperkuat sektor-sektor tersebut untuk mencapai pemulihan, pertumbuhan, dan ketahanan bersama,” tandasnya.

Baca Lainnya

PLN Ganti Lightning Arrester, Listrik Masyarakat Tetap Andal dan Aman

10 Februari 2026 - 13:03

Tinjau Pasar Cisalak Depok, Wamendag Pastikan Stabilitas Harga dan Kebersihan Pasar

9 Februari 2026 - 23:30

Kick Off Munas 2026: Dukung Ketahanan Pangan, SWI Bersama Pemkab Boyolali Tanam Sorgum dan Bunga Matahari

6 Februari 2026 - 23:31

PLN Tanamkan Kesadaran Keselamatan Listrik Sejak Dini di SMPN 3 Cilegon

5 Februari 2026 - 07:12

News Trending EKBIS