Menu

Otomatis

NASIONAL

Mensos RI Agus Gumiwang: Batas Usia Lansia Akan Diubah Menjadi 65 Tahun

LOGOS TNbadge-check

Mensos RI Agus Gumiwang: Batas Usia Lansia Akan Diubah Menjadi 65 Tahun Perbesar

Bandung, Transnews -Menteri Sosial RI Agus Gumiwang Kartasasmita,saat menghadiri puncak acara Hari Lanjut Usia National,hari ini Kamis, (11/7/2019) di Bandung, mengungkapkan bahwa lansia bukan halangan untuk tetap berkontribusi kepada negara dan masyarakat.

Sebagai generasi muda, lanjut Agus, kita perlu mendukung semangat positif para lansia, seperti yang terlihat dalam acara HLUN 2019 yang dihadiri sekitar 6.000 lansia,” Ujarnya.

Agus mengatakan,Pemerintah juga akan mendorong agar aturan batas usia lansia 60 tahun diubah menjadi 65 tahun. Karena menurut Agus, usia 60 adalah usia yang masih produktif dan aktif. Sesuai dengan tema HLUN 2019 “Lanjut Usia Mandiri, Sejahtera, dan Bermartabat.”

“ Tentu saya akan mempertimbangkan untuk mendorong adanya revisi aturan itu agar lansia kita tetapkan pada umur 65 tahun,” katanya.

Menjadi tantangan kita saat ini agar para lansia bisa menjadi aset Sumber Daya Manusia yang tetap sehat, mandiri, produktif, sejahtera dan bermartabat, sehingga para lansia masih bisa berkontribusi secara positif terhadap pembangunan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Agus menjelaskan bahwa Indonesia telah memasuki era dengan penduduk berstruktur tua. Era tersebut dimulai pada tahun 2000 dengan proporsi lansia mencapai 7,18%, sedangkan suatu negara yang dikategorikan negara bertsruktur tua apabila proporsi lansia mencapai 7% ke atas,” Jelasnya.

Pertumbuhan jumlah lansia,ungkap Agus, dari tahun ke tahun terus meningkat. Pada 2005 terdapat 8,5% penduduk lansia, pada 2010 ada 9,77% penduduk lansia, dan diakhir 2018 jumlah penduduk lansia mencapai 24,4 juta jiwa atau 9,27% dari total populasi Indonesia. Pada 2020 jumlah lansia di Indonesia diperkirakan akan mencapai 11,3%.

“ Tentu hal ini sudah seharusnya pemerintah baik pusat maupun daerah bekerja sama dengan lembaga non-pemerintah untuk memberikan perhatian dan dukungan kepada lansia,” katanya.

Beberapa hal terkait langkah konkret yang perlu dilakukan untuk menjadikan lansia sebagai aset SDM yang produktif,kata Agus Pertama, langkah preventif merupakan upaya mencegah dan menanggulangi risiko kemiskinan di kalangan lansia. Kedua, protektif adalah upaya untuk memberikan pelayanan dasar dan bantuan sosial bagi lansia yang perlu layanan.

Ketiga, promotif adalah upaya untuk meningkatkan kapasitas keterampilan dan tingkat pendapatan di kalangan lansia. Keempat, transformatif yaitu upaya untuk menyiapkan perangkat hukum dan kebijakan untuk menghilangkan kerentanan dan ketidaksetaraan terhadap kaum lansia “Pungkasnya. (Nas)

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

SWI Menggelar Edukasi Perpajakan

6 Sep 2026 - 13:46 WIB

SWI Menggelar Edukasi Perpajakan

Raih BKD Award Depok, Bambang Sutopo: Jabatan Adalah Kepercayaan dan Amanah Rakyat

4 Sep 2026 - 18:56 WIB

Raih BKD Award Depok, Bambang Sutopo: Jabatan Adalah Kepercayaan dan Amanah Rakyat

Kebocoran Air Jadi Sorotan, Delta Tirta Sidoarjo Ditarget Tambah Pelanggan hingga 90 Ribu Sambungan

3 Sep 2026 - 21:02 WIB

Kebocoran Air Jadi Sorotan, Delta Tirta Sidoarjo Ditarget Tambah Pelanggan hingga 90 Ribu Sambungan

Keracunan MBG Berulang, Pemprov Jatim Panggil Seluruh Pengelola SPPG dan Perketat Pengawasan

3 Sep 2026 - 21:00 WIB

Keracunan MBG Berulang, Pemprov Jatim Panggil Seluruh Pengelola SPPG dan Perketat Pengawasan

Sabet Gelar Juara Satu Bulu Tangkis DPRD Depok, H. Igun Tekankan Pentingnya Silaturahmi dan Kebersamaan

3 Sep 2026 - 20:57 WIB

Sabet Gelar Juara Satu Bulu Tangkis DPRD Depok, H. Igun Tekankan Pentingnya Silaturahmi dan Kebersamaan

HUT ke-27 DPRD Kota Depok, Wali Kota Supian Suri Ajak Sinergi Bangun Daerah

3 Sep 2026 - 15:40 WIB

HUT ke-27 DPRD Kota Depok, Wali Kota Supian Suri Ajak Sinergi Bangun Daerah
Trending di DEPOK