Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

NASIONAL

Menteri P2MI Kunjungi PT. PDS Pasuruan, Pastikan Calon Pekerja Migran Siap dan Terlindungi

LOGOS TNbadge-check


					Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Abdul Kadir Karding, saat mengunjungi PT Prima Duta Sejati (PDS) Gempol, Pasuruan. Jum'at (11/7/2025) Perbesar

Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Abdul Kadir Karding, saat mengunjungi PT Prima Duta Sejati (PDS) Gempol, Pasuruan. Jum'at (11/7/2025)

PASURUAN, transnews.co.id – Wajah-wajah penuh harapan menyambut kedatangan Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Abdul Kadir Karding melakukan kunjungan kerja di PT Prima Duta Sejati (PDS), Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Jawa timur. Jumat (11/7/2025) siang.

Kunjungan kerja tersebut, bukan sekadar inspeksi biasa. Ada pesan kuat yang dibawa, bahwa setiap pekerja migran Indonesia berhak mendapatkan perlindungan dan kesempatan bekerja secara bermartabat di luar negeri.

Di hadapan para calon pekerja migran yang sedang menjalani pelatihan, Menteri Karding berbicara lugas namun penuh empati. Ia mengingatkan pentingnya legalitas dan keterampilan sebagai bekal utama sebelum berangkat ke negara tujuan.

“Kita harus pastikan pekerja migran memiliki skill, visa, sertifikat, BPJS, dan yang paling penting kontrak kerja. Jangan pernah mau berangkat jika tidak ada dokumen dan kontrak kerja yang sah,” tegasnya.

Pesannya sederhana tapi dalam : jangan mengambil jalan pintas. Keberangkatan tanpa prosedur resmi hanya membuka pintu masalah. Terlebih, praktik percaloan dan penggunaan visa turis masih marak dan membahayakan masa depan para pekerja. “Melihat harapan di wajah mereka, itu yang jadi motivasi kami untuk terus melindungi pekerja migran Indonesia,” ucap Karding dengan nada optimistis.

Karding juga menyinggung hal yang sering luput dari perhatian : sikap dan nilai selama bekerja di luar negeri. Ia mengingatkan bahwa satu kesalahan bisa mencoreng nama baik seluruh tenaga kerja Indonesia. “Satu orang bermasalah bisa berdampak pada semua. Tetap pegang teguh nilai agama seperti di Indonesia,” pesannya.

Menutup kunjungannya, Menteri Karding menyampaikan apresiasi terhadap PDS yang dinilai menjadi salah satu contoh terbaik dalam praktik penempatan pekerja migran. “Ini bukan hanya soal prosedur. Ini tentang bagaimana kita memanusiakan manusia,” pungkasnya.

Sementara itu, Direktur PT Prima Duta Sejati, Maxixe Mantofa, mendampingi langsung kunjungan Menteri P2MI tersebut ke perusahaannya.

Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan bahwa PDS telah menyiapkan fasilitas pelatihan lengkap untuk membekali para calon pekerja, tidak hanya dengan keterampilan teknis, tetapi juga etika kerja dan kedisiplinan. “Kami menyiapkan program pelatihan lengkap agar calon pekerja siap dan mampu bersaing secara profesional,” ungkap Maxixe.

Target tahun ini, PDS berencana memberangkatkan 2.000 hingga 3.000 pekerja ke berbagai negara, antara lain Singapura, Taiwan, Malaysia, Korea Selatan, Jepang, Arab Saudi, Bulgaria, Rumania, bahkan kawasan Kaukasus.

Namun lebih dari sekadar angka, Maxixe menekankan bahwa pelatihan di PDS dilandasi oleh rasa tanggung jawab kemanusiaan. “Kami tidak melihat mereka sebagai komoditas. Kami latih mereka seperti melatih anak kandung sendiri. Hanya dengan hati nurani, pelatihan bisa maksimal,” tutur Maxixe.

Kunjungan ini, menjadi simbol penting dari sinergi antara pemerintah pusat dan lembaga penempatan tenaga kerja dalam membangun ekosistem migrasi yang sehat, legal, dan manusiawi. Dengan kesiapan infrastruktur dan komitmen pelaku industri seperti PDS, Kabupaten Pasuruan memiliki potensi besar menjadi pusat pelatihan dan penempatan PMI unggulan di Jawa Timur. “Kami berharap dukungan terus diberikan agar pelindungan dan kualitas tenaga kerja kita semakin meningkat,” ucap Maxixe.

Baca Lainnya

Bantu Fresh Graduate Tembus Dunia Kerja, Mahasiswa LSPR Luncurkan HireMeUp

1 Februari 2026 - 16:04

HireMeUp

Dukung Program MBG, Kapolres Jember Resmikan SPPG di Mayang

1 Februari 2026 - 10:45

Dukung Program MBG, Kapolres Jember Resmikan SPPG di Mayang

Jelang Bulan Ramadhan, Polres Jember Tingkatkan Pengawasan Distribusi Bahan Pokok

1 Februari 2026 - 10:41

Jelang Bulan Ramadhan, Polres Jember Tingkatkan Pengawasan Distribusi Bahan Pokok

Pelantikan 14 RT dan 4 RW Desa Sowan Lor Jepara, Camat Kedung Apresiasi Demokrasi Hingga Tingkat Terbawah

1 Februari 2026 - 07:16

Pelantikan 14 RT dan 4 RW Desa Sowan Lor Jepara, Camat Kedung Apresiasi Demokrasi Hingga Tingkat Terbawah
News Trending DAERAH