KEDIRI, transnews.co.id – Pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) I Kabupaten Kediri yang dilaksanakan oleh PT Nindya Karya telah mencapai progres fisik 100 persen sesuai dengan waktu pelaksanaan yang direncanakan.
Penyelesaian pembangunan tersebut merupakan wujud komitmen dalam mendukung penyediaan sarana dan prasarana pendidikan yang layak, sekaligus memastikan kegiatan pendidikan dapat berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Project Manager Pembangunan SRT I Kabupaten Kediri, Fendy, melalui Eko Prastyo menyampaikan bahwa seluruh pekerjaan fisik pembangunan telah diselesaikan melalui perencanaan, koordinasi, dan pengendalian pelaksanaan secara optimal.
“Alhamdulillah, secara keseluruhan progres fisik pembangunan SRT I Kabupaten Kediri telah mencapai 100 persen sesuai dengan waktu pelaksanaan yang direncanakan,”
“Dalam pelaksanaannya, kami berupaya memastikan kesiapan fasilitas pendidikan agar kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) serta proses belajar mengajar selanjutnya dapat terlaksana sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan,” terang Eko, Selasa (20/10/2026).
Ia menjelaskan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi di Jawa Timur tersebar di 18 titik lokasi. SRT I Kabupaten Kediri menjadi salah satu fasilitas pendidikan yang telah menyelesaikan seluruh pekerjaan fisik pembangunannya dan selanjutnya memasuki tahapan pemeliharaan sesuai dengan ketentuan kontrak.
Selama masa pemeliharaan tersebut, pihak kontraktor tetap melakukan pemantauan dan koordinasi dengan pengelola sekolah guna memastikan kondisi bangunan serta seluruh fasilitas pendukung tetap terjaga dan dapat dimanfaatkan secara optimal.
SRT I Kabupaten Kediri berdiri di atas lahan seluas 7,6 hektare yang berlokasi di Desa Ploso Kidul, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.
Sekolah ini dirancang memiliki kapasitas hingga 1.080 peserta didik, yang mencakup jenjang pendidikan SD, SMP, dan SMA, serta dilengkapi berbagai fasilitas pendidikan dan penunjang kegiatan siswa.
Sementara itu, Kepala SRT I Kabupaten Kediri, Fadeli, menjelaskan bahwa pemanfaatan gedung sekolah telah dilakukan berdasarkan surat izin penggunaan tertanggal 14 Juli 2026. Fasilitas yang telah dimanfaatkan meliputi gedung sekolah dasar (SD), asrama SMP, asrama SMA, masjid, serta kantin SMP dan SMA.
Pemanfaatan fasilitas tersebut dilakukan untuk mendukung pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang dimulai pada 14 Juli 2026, sekaligus menunjang keberlangsungan kegiatan pendidikan pada tahun ajaran 2026/2027.
Sebagai pengguna fasilitas, pihak sekolah terus mengoptimalkan pemanfaatan sarana dan prasarana yang tersedia secara bertahap sesuai dengan kebutuhan operasional, kegiatan pembelajaran, serta pengembangan program pendidikan bagi peserta didik.
Dari sisi jumlah peserta didik, saat ini SRT I Kabupaten Kediri menampung 20 siswa SD dari kelas I hingga kelas V. Para siswa tersebut dibagi menjadi tiga kelompok pembelajaran, yakni kelas I dan II, kelas III dan IV, serta kelas V.
Sementara itu, jumlah siswa SMP kelas VII tercatat sebanyak 109 orang. Untuk jenjang SMA, terdapat 116 siswa kelas X dan 99 siswa kelas XI. Untuk mendukung kegiatan belajar mengajar, sekolah mendapatkan tambahan tenaga pengajar dari Pemerintah Kabupaten Kediri. Pada tahun pertama perintisan, tersedia 16 guru SMA.
Seiring dibukanya jenjang SD dan SMP pada tahun ajaran 2026/2027, pemerintah daerah turut membantu menyediakan enam guru kelas SD, satu guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK), serta 13 guru SMP.
Fadeli menyampaikan bahwa berdasarkan arahan Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial, masa penugasan guru pinjaman dari Pemerintah Kabupaten Kediri diperpanjang hingga 15 Oktober 2026.
Dalam rapat melalui Zoom pada 28 September 2026, pihaknya juga menerima instruksi agar seluruh guru berada di tempat mulai 1 Oktober 2026 dan kegiatan pembelajaran sudah ditangani oleh guru yang baru.
Ke depan, SRT I Kabupaten Kediri diharapkan mampu membekali siswa agar lebih mandiri setelah lulus, baik bagi mereka yang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi maupun yang langsung memasuki dunia kerja.
Untuk mewujudkan tujuan tersebut, sekolah menyiapkan berbagai pelatihan keterampilan dan program ekstrakurikuler sebagai bekal bagi siswa setelah menyelesaikan pendidikan.
Program yang disiapkan meliputi keterampilan pertanian, peternakan, teknologi informasi dan coding, tata boga, tata rias, hingga membatik.
“Harapannya, siswa yang sudah lulus dari Sekolah Rakyat tidak lagi bergantung kehidupannya pada orang tua. Bagi siswa yang tidak melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi, mereka juga bisa mendapatkan pekerjaan,” pungkas Fadeli.












Komentar ditutup.