Pemkot Depok Tegas, Mobil Dilarang Melalui Jembatan Kuning

Reporter: DiM

52 seconds reading this post

DEPOK, transnews.co.idPemerintah Kota (Pemkot) Depok melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) mengeluarkan kebijakan tegas terkait penggunaan Jembatan Kuning di Jalan Ceplik, Kelurahan Ratujaya.

Kepala DPUPR Kota Depok Citra Indah Yulianty mengatakan kebijakan ini diambil untuk memperpanjang umur jembatan yang baru selesai dibangun dengan anggaran Rp3,7 miliar dari APBD.

Menurutnya, meski bisa dilalui mobil, jembatan tersebut dilarang untuk kendaraan roda empat, kecuali dalam situasi darurat seperti penggunaan ambulans.

BACA JUGA :  Rekonstruksi Jembatan Kuning, Mulai Garap Abutment Tahap 2

“Iya dilarang dong, itukan peruntukannya bukan untuk jembatan dilalui mobil. Tentu kekuatannya beda,” tegas Citra, Selasa  (27/03/2024).

Dirinya menerangkan pembangunan rekonstruksi Jembatan Gantung atau Jembatan Kuning yang menghubungkan dua Kecamatan yaitu Cipayung dan Cilodong di Jalan Ceplik Kelurahan Ratujaya, Kecamatan Cipayung sejak Senin (25/03/2024) sudah bisa dilalui kembali oleh masyarakat.

Jembatan yang dibangun sejak November 2023 dengan biaya Rp.3,7 miliar itu memiliki panjang 60 meter dengan lebar 2,4 meter dan tinggi 3 meter. Jembatan itu mampu menopang beban seberat 350 Kilogram (Kg).

BACA JUGA :  Papan Proyek Tidak Ada, Kontraktor Proyek Jembatan Kena Tegur

“Kekuatan beban hidup lalu lintas yaitu seberat 350 kilogram. Konsepnya Jembatan Gantung rangka baja,” pungkas Citra.

Penampakan Jembatan Kuning sebelum dilakukan pembangunan rekontruksi yang menelan biaya Rp.3,7 Milyar.

Catatan Redaksi: Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, silahkan mengirim sanggahan dan/atau koreksi kepada Kami sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) UU Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers melalui email: transnewsredaksi@gmail.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *