JEPARA, transnews.co.id – Pemerintah Kabupaten Jepara menggelar upacara peringatan Hari Jadi ke-477 di Alun-Alun Jepara pada hari Jum’at (11/4/2026).
Dalam momentum ini, Pemerintah Daerah merefleksikan capaian pembangunan serta mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat sinergi demi mewujudkan kemajuan yang berkelanjutan.
Dalam sambutannya, ditekankan bahwa Jepara telah menunjukkan tren positif di berbagai sektor utama. Berdasarkan data terbaru, angka kemiskinan di Kabupaten Jepara berhasil ditekan dari 6,6% menjadi 6,17%.

Peningkatan ini berbanding lurus dengan kenaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang mencerminkan membaiknya kualitas pendidikan, kesehatan, dan standar hidup warga.

Peringati Hari Jadi ke-477, Pemkab Jepara Usung Semangat “Kerja Tulus, Wujudkan Jepara Mulus”
Di sektor pendidikan dan sosial, beberapa program unggulan telah dirasakan manfaatnya oleh ribuan warga, di antaranya, Kartu Guru Sejahtera: Pemberian bantuan bagi tenaga pendidik, Kartu Sarjana Jepara: Penyaluran beasiswa bagi 2.398 mahasiswa, Revitalisasi Pendidikan: Perbaikan infrastruktur di 103 sekolah (PAUD, SD, dan SMP).
Sektor Tenaga Kerja: Program “Jepara Karya” sukses membuka 32.898 lowongan kerja.
Selain fokus pada kesejahteraan sosial, Pemkab Jepara terus mendorong digitalisasi layanan publik melalui kanal aduan 112 yang telah menindaklanjuti sekitar 5.800 laporan masyarakat.
Kerja keras jajaran birokrasi ini pun membuahkan hasil dengan raihan 11 penghargaan nasional, termasuk keberhasilan mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK selama 15 tahun berturut-turut.
Peringatan tahun ini mengusung tema “Kerja Tulus, Wujudkan Jepara Mulus”. Tema tersebut merupakan seruan bagi seluruh aparatur dan warga untuk bekerja dengan ikhlas dan menjaga integritas.
“Jepara adalah rumah besar kita bersama. Setiap jalan adalah lorong yang kita lalui bersama, dan setiap pantai serta hutannya adalah halaman yang harus kita rawat,”
“Mari kita jaga, rawat, dan banggakan bersama demi masa depan anak cucu kita,” tegas pesan dalam amanat upacara tersebut.
Pemerintah mengajak para pengrajin dan pelaku UMKM untuk terus berinovasi, serta meminta para pemuda menjadi agen perubahan.
Meski banyak pencapaian, masyarakat diingatkan untuk tidak berpuas diri karena masih banyak tantangan pembangunan yang harus diselesaikan.
Melalui momentum hari jadi ini, nilai-nilai luhur dari era Ratu Shima hingga Ratu Kalinyamat seperti keberanian dan kemandirian diharapkan tetap menjadi pondasi kuat bagi warga Jepara dalam menghadapi dinamika zaman tanpa meninggalkan akar budaya dan nilai religius.












