Menu

Otomatis

DAERAH

Peusaba Aceh Minta Bantuan Turki Menyelamatkan Situs Titik Nol Kesultanan Aceh Darussalam Di Gampong Pande

LOGOS TNbadge-check

Peusaba Aceh Minta Bantuan Turki Menyelamatkan Situs Titik Nol Kesultanan Aceh Darussalam Di Gampong Pande Perbesar

TN.ACEH l – Ketua Peusaba Aceh Mawardi Usman meminta Turki agar dapat membantu penyelamatan Situs Sejarah di Gampong Pande.

Seperti diketahui Dalam Kitab Adat Aceh karangan Ismail bin Ahmad yang dikarang zaman Sultan Saiful Alam tahun 1811 bahwa pendiri Kesultanan Aceh Darussalam adalah Sultan Johan Syah yang datang dari Negeri atas Angin (Balabad) Seljuq Bagdad zaman Bani Abbasiyah yang kemudian pada tanggal 1 Ramadhan 601 Hijriah mendirikan Kesultanan Aceh Darussalam di Kandhang Aceh Gampong Pande.

Sumber sejarah Aceh menyebutkan 500 rombongan datang dari Bagdad dibawah Pimpinan Syeikh Abdurrauf Al Seljuqi Al Bagdadi yang merupakan Pangeran keturunan Sultan Turki Seljuq di Bagdad. Putra Beliau yang bernama Sultan Johan Syah Seljuq pada tahun 1205 membangun Kesultanan Aceh Darussalam yang giat menyebarkan Islam.

Gampong Pande adalah Titik Nol Kesultanan Aceh Darussalam juga Titik Nol Hubungan Aceh Turki. Pada Tahun 1567 Sultan Alaidin Riayat Syah Al Kahhar bin Sultan Ali Mughayat Syah mengirimkan Utusan Ke Istanbul sehingga dikirim perwira yang berdiam di Bitai dan mendirikan Ma’had Askery Baital Maqdis sedangkan pandai besi Turki membuat Meriam dan senjata di Gampong Pande makanya banyak makam Turki terdapat juga di Gampong Pande dan Gampong Jawa dan Bitai bahkan hingga ke Pedalaman Aceh karena Pandai Besi Turki mendidik Ahli besi di Aceh.

Kemudian pada Zaman Sultan Alaidin Riayat Syah Sayyidil Mukammil (1589-1604) bin Sultan Firman Syah Aceh mendapatkan kehormatan boleh memakai Bendera Turki di Kapal perang Aceh. Kemudian oleh Sultan Bendera Turki ditambah dengan pedang Itulah yang dikenal dengan nama Alam Peudeung Aceh yang kemudian menjadi bendera resmi Kesultanan Aceh Darussalam tanda Persaudaraan Aceh dan Turki.

Pada masa Sultan Iskandar Muda Hubungan Aceh dan Turki bertambah kuat. Karena itu Peusaba meminta Pihak Turki dapat membantu Aceh menyelamatkan situs sejarah Aceh yang amat penting di kawasan Gampong Pande dan Kutaraja.*** (Gam)

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Pemkab Pasuruan Gelar Pasar Murah Tiga Hari, Tekan Harga Sembako dan Jaga Daya Beli Warga

7 Sep 2026 - 19:55 WIB

Pemkab Pasuruan Gelar Pasar Murah Tiga Hari, Tekan Harga Sembako dan Jaga Daya Beli Warga

Sambut HUT TNI ke-81, Koramil Jonggol dan Warga Sukanegara Gelar Kerja Bakti Massal

6 Sep 2026 - 15:36 WIB

Sambut HUT TNI ke-81, Koramil Jonggol dan Warga Sukanegara Gelar Kerja Bakti Massal

Keracunan MBG Berulang, Pemprov Jatim Panggil Seluruh Pengelola SPPG dan Perketat Pengawasan

3 Sep 2026 - 21:00 WIB

Keracunan MBG Berulang, Pemprov Jatim Panggil Seluruh Pengelola SPPG dan Perketat Pengawasan

Sebanyak 516 Santri Diduga Keracunan MBG, SPPG Kalitengah Disuspend BGN: 31 Dapur di Sidoarjo Belum Berizin

2 Sep 2026 - 16:43 WIB

Sebanyak 516 Santri Diduga Keracunan MBG, SPPG Kalitengah Disuspend BGN: 31 Dapur di Sidoarjo Belum Berizin

Bupati Subandi Tekankan Efisiensi dan Kejar PAD, Kinerja OPD Sidoarjo Dievaluasi

1 Sep 2026 - 19:01 WIB

Bupati Subandi Tekankan Efisiensi dan Kejar PAD, Kinerja OPD Sidoarjo Dievaluasi

UMKM Jadi Bidikan, Sidoarjo-Banjarmasin Buka Peluang Kolaborasi Ekonomi

31 Agu 2026 - 19:08 WIB

UMKM Jadi Bidikan, Sidoarjo-Banjarmasin Buka Peluang Kolaborasi Ekonomi
Trending di DAERAH