Banten, Transnews.co.id – PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Barat (UIT JBB) melalui Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Cilegon menggelar kegiatan Sosialisasi Ketenagalistrikan kepada siswa-siswi SDN Banyumas 2, Pangdeglang, Banten, yang berada di sekitar jalur Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Saketi–Malingping.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya PLN dalam meningkatkan literasi keselamatan ketenagalistrikan sekaligus menanamkan budaya sadar listrik sejak usia dini.
Melalui metode penyampaian yang interaktif dan edukatif, para siswa diperkenalkan pada manfaat energi listrik dalam mendukung berbagai aktivitas kehidupan sehari-hari, serta diberikan pemahaman mengenai potensi risiko yang dapat timbul apabila listrik tidak digunakan secara aman.

Selain itu, siswa juga dikenalkan dengan fungsi infrastruktur ketenagalistrikan, khususnya jaringan transmisi, yang berperan penting dalam menyalurkan energi listrik kepada masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, PLN turut mengedukasi peserta mengenai berbagai aktivitas yang dilarang dilakukan di sekitar jaringan transmisi, seperti bermain layang-layang, membakar sampah, menerbangkan benda-benda yang dapat mengganggu jaringan, maupun memanjat menara transmisi.
Edukasi tersebut dikatakan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga keselamatan diri sekaligus mendukung keandalan sistem kelistrikan nasional.
Manager PLN UPT Cilegon, Eka Annise Ambarani, menyampaikan bahwa edukasi keselamatan ketenagalistrikan merupakan salah satu bentuk tanggung jawab PLN kepada masyarakat yang dilakukan secara berkelanjutan.
“PLN tidak hanya bertugas menjaga keandalan pasokan listrik, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai keselamatan ketenagalistrikan. Melalui edukasi sejak dini, kami berharap para siswa dapat menjadi agen perubahan yang menyebarkan informasi positif kepada keluarga dan lingkungan sekitar tentang pentingnya menjaga keselamatan di dekat instalasi ketenagalistrikan. Keselamatan adalah tanggung jawab bersama, dan edukasi merupakan langkah preventif yang efektif untuk membangun budaya sadar listrik di masyarakat,” ujar Eka.
General Manager PLN UIT JBB, Himmel Sihombing, menegaskan bahwa peningkatan literasi keselamatan ketenagalistrikan kepada masyarakat, khususnya generasi muda, merupakan bagian dari upaya PLN dalam menjaga keselamatan publik sekaligus mendukung keandalan sistem kelistrikan.
“Keselamatan ketenagalistrikan merupakan fondasi penting dalam menjaga keandalan pasokan listrik. Melalui edukasi kepada siswa-siswi sejak usia dini, PLN ingin menanamkan pemahaman bahwa listrik memberikan manfaat besar bagi kehidupan, namun harus digunakan dan disikapi dengan bijak,” kata Himmel.
“Kami berharap pengetahuan yang diperoleh dapat menjadi bekal bagi para siswa untuk menerapkan perilaku aman serta menyebarluaskan pesan keselamatan kepada keluarga dan lingkungan sekitarnya. Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat, keberadaan infrastruktur ketenagalistrikan dapat terus terjaga sehingga pasokan listrik yang andal untuk mendukung pembangunan dan aktivitas masyarakat dapat terwujud secara berkelanjutan,” tambahnya.
Pihak SDN Banyumas 2 menyambut baik kegiatan tersebut dan mengapresiasi kepedulian PLN dalam memberikan wawasan yang bermanfaat bagi peserta didik maupun tenaga pendidik. Selain menambah pengetahuan, kegiatan ini juga diharapkan mampu meningkatkan kewaspadaan serta membentuk perilaku yang lebih peduli terhadap aspek keselamatan di lingkungan sekitar.
Melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, PLN terus mendorong peningkatan literasi keselamatan ketenagalistrikan guna menciptakan lingkungan yang aman, mendukung keandalan sistem transmisi, serta memastikan pasokan listrik yang andal untuk menunjang pertumbuhan ekonomi dan pembangunan yang berkelanjutan.










