Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

NASIONAL

Provinsi Banten Urutan 10 Penghasil Beras Nasional

LOGOS TNbadge-check


					Provinsi Banten Urutan 10 Penghasil Beras Nasional Perbesar

Serang, transnews.co.id-Berdasarkan hasil penghitungan BPS menggunakan metode KSA (Kerangka Sampel Area), Provinsi Banten menduduki posisi ke-10 sebagai provinsi penghasil beras Tltertinggi nasional di tahun 2019 dengan produksi beras sebesar 843.000 ton.

Hal itu diungkapkan Wagub Banten Andhika Hazrumy dalam telekonferensi acara Gerakan Tanam Serentak Nasional Perempuan Tani (PT) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) 2020 dari ruang kerjanya Rabu (18/11/2020).

Wagub menambahkan Provinsi Banten merupakan salah satu provinsi penghasil beras dengan total luas lahan sawah sebesar 04.335 Ha.

Bahkan berdasarkan Data Neraca Ketersediaan dan Kebutuhan Beras Periode Bulan Januari – Desember 2020, sampai dengan akhir tahun 2020 ketersediaan beras di Provinsi Banten surplus sebesar 105.314 ton.

“Berdasarkan data tersebut, Provinsi Banten mampu memasok beras ke DKI Jakarta sebesar 15.518 ton per bulan selama bulan Juli – Desember 2020, dengan tetap menjaga cadangan persediaan untuk konsumsi,”paparnya.

Sementara itu, Ketua Umum Perempuan Tani HKTI Dian Novita Susanto mengatakan, pemanfaatan lahan kosong dan pekarangan rumah dapat mengurangi krisis pangan dalam rumah tangga, terutama pada masa pandemi COVID-19 di mana pendapatan jauh menurun.

Dian mengatakan, Food and Agriculture Organization (FAO) mengingatkan seluruh negara di dunia bahwa pandemi COVID-19 ini dapat mengancam ketahanan pangan dan memunculkan krisis pangan baru,”ungkap Dian. (Up) Editor:Nas

Baca Lainnya

Hadiri Festival Heritage Depok Lama, Wali Kota Tekankan Merawat Kawasan Heritage YLCC Harus Mengedepankan Edukasi

27 Juni 2026 - 22:30

Rehabilitasi Madrasah PHTC Jawa Timur 7 Masuki Tahap Finishing, Tinggal Pemasangan Pintu dan Kaca Jendela

27 Juni 2026 - 20:46

HUT Bhayangkara ke-80: Kasat Reskrim Polres Pemalang Soroti Tantangan Cyber Crime dan Curanmor

27 Juni 2026 - 12:25

Peringati HANI 2026, Kesbangpol Jepara Perkuat Gerakan Bersama Cegah Penyalahgunaan Narkoba

26 Juni 2026 - 22:17

News Trending DAERAH