Menu

Otomatis
Breaking News

DAERAH

Retribusi Pasar Sidoarjo Naik 23,7 Persen, Digitalisasi Pangkas Karcis Manual Rp500 Juta

Avatar photobadge-check

Retribusi Pasar Sidoarjo Naik 23,7 Persen, Digitalisasi Pangkas Karcis Manual Rp500 Juta Perbesar

Retribusi Pasar Sidoarjo Naik 23,7 Persen, Digitalisasi Pangkas Karcis Manual Rp500 Juta

SIDOARJO, transnews.co.id — Digitalisasi retribusi pasar di Kabupaten Sidoarjo mulai menunjukkan dampak nyata. Melalui aplikasi MyRetribusi dan program PASAR JAGO (Pasar Sidoarjo Jaringan Go-Digital), penerimaan retribusi pasar meningkat 23,7 persen sekaligus mendorong transparansi pengelolaan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Program PASAR JAGO diluncurkan dalam High Level Meeting (HLM) Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Kabupaten Sidoarjo di Pendopo Delta Wibawa, Kamis (13/8/2026).

Plt Kepala Badan Pelayanan Pajak Daerah (BPPD) Kabupaten Sidoarjo Yudhi Iriyanto mengatakan, digitalisasi retribusi mulai diintensifkan sejak Mei 2026. Dari 19 pasar daerah yang menjadi sasaran, sebanyak 12 pasar telah menerapkan pembayaran melalui MyRetribusi.

Sejak awal penerapan pada Mei hingga pertengahan Agustus 2026, tercatat 26.093 transaksi digital. Jumlah tersebut melonjak dibandingkan 2.109 transaksi pada awal implementasi.

Peningkatan transaksi digital turut berdampak pada penerimaan daerah. Rata-rata mutasi rekening pasar pada Januari-April 2026 berada di kisaran Rp1,15 miliar per bulan. Setelah MyRetribusi diterapkan pada Mei-Juli, rata-rata penerimaan meningkat menjadi sekitar Rp1,42 miliar per bulan atau naik 23,7 persen.

Tak hanya meningkatkan penerimaan, digitalisasi juga membuat transaksi lebih mudah dicatat dan dipantau. Porsi penerimaan digital yang pada Mei 2026 baru 2,7 persen kini telah mencapai 33,4 persen.

Pemkab Sidoarjo bahkan menargetkan digitalisasi retribusi diterapkan penuh mulai 2027. Dengan sistem tersebut, pemerintah diproyeksikan dapat menghemat anggaran pencetakan karcis retribusi manual yang selama ini mencapai sekitar Rp500 juta per tahun.

Yudhi menegaskan, keberhasilan digitalisasi tidak cukup hanya dengan membangun aplikasi. Adaptasi para juru pungut dan pedagang menjadi faktor penting agar sistem benar-benar berjalan di lapangan.

Pemkab Sidoarjo menargetkan MyRetribusi dapat diperluas ke seluruh 19 pasar daerah. Digitalisasi dinilai bukan sekadar perubahan metode pembayaran, melainkan bagian dari pembenahan tata kelola penerimaan daerah agar lebih efektif, transparan, dan akuntabel. Sekda Kabupaten Sidoarjo Dr Fenny Apridawati mengatakan, transformasi digital pasar telah dirintis sejak 2017.

Artinya, proses tersebut membutuhkan waktu panjang untuk membangun kesiapan pemerintah, pengelola pasar, pedagang, dan masyarakat.

Menurut Fenny, digitalisasi harus berkembang ke berbagai lini pelayanan pemerintahan. Masyarakat diharapkan semakin terbiasa melakukan transaksi secara digital sehingga pelayanan publik menjadi lebih praktis, transparan, dan akuntabel.

Program PASAR JAGO mendapat dukungan Bank Indonesia dan Bank Jatim melalui penguatan ekosistem pembayaran digital, termasuk penyediaan QRIS Experience dan infrastruktur pembayaran retribusi pasar.

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Jelang HUT RI ke-81, PLN Perkuat Kesiapan Sistem Kelistrikan Ibu Kota

13 Agu 2026 - 08:47 WIB

Jelang HUT RI ke-81, PLN Perkuat Kesiapan Sistem Kelistrikan Ibu Kota

Agus Sutisna Raih Radar Kudus Award 2026, Tegaskan Kesejahteraan Warga Jadi Prioritas

12 Agu 2026 - 20:59 WIB

Agus Sutisna Raih Radar Kudus Award 2026, Tegaskan Kesejahteraan Warga Jadi Prioritas

PEKA Hadir di Jepara, 200 Lebih Peserta Dibekali Keterampilan Keuangan, Digital Marketing, dan AI

12 Agu 2026 - 12:40 WIB

PEKA Hadir di Jepara, 200 Lebih Peserta Dibekali Keterampilan Keuangan, Digital Marketing, dan AI

Pojok Pelangi Kartini Hadir di Pendopo Jepara, Jadi Ruang Ramah Anak untuk Belajar dan Berkreasi

12 Agu 2026 - 08:32 WIB

Pojok Pelangi Kartini Hadir di Pendopo Jepara, Jadi Ruang Ramah Anak untuk Belajar dan Berkreasi
News Trending DAERAH