JEPARA, transnews.co.id – Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, mengalami serangkaian kebakaran dalam kurun waktu satu bulan terakhir. Tercatat empat insiden kebakaran terjadi di wilayah tersebut sejak pertengahan Januari hingga Maret 2026.
Kasi Ketentraman dan Ketertiban (Trantib) Kecamatan Nalumsari, Nur Cholis, mengatakan peristiwa kebakaran pertama terjadi di Desa Blimbingrejo pada 17 Januari 2026.
Selanjutnya kebakaran menimpa penggilingan padi di Desa Ngetuk pada 4 Maret 2026, disusul rumah joglo di Desa Pringtulis pada 5 Maret, dan kejadian terbaru terjadi pada 11 Maret 2026.

“Kami sangat prihatin. Dalam satu bulan ini sudah terjadi empat kali kebakaran di wilayah Nalumsari,” ujar Nur Cholis saat dikonfirmasi, Kamis (12/3/2026).
Serangkaian peristiwa tersebut memunculkan kekhawatiran masyarakat sekaligus mendorong usulan penambahan armada Pemadam Kebakaran (Damkar) di wilayah selatan Kabupaten Jepara, khususnya Kecamatan Nalumsari dan Mayong.

Rentetan kebakaran yang terjadi di Kecamatan Nalumsari Kabupaten Jepara dalam kurun waktu satu bulan ini tercatat empat insiden kebakaran yang terjadi di wilayah tersebut
Kasi Ketentraman dan Ketertiban (Trantib) Kecamatan Nalumsari , Nurcholis menyampaikan sangat prihatin dengan adanya insiden ini saat di konfirmasi kamis (12/3/2026)
Menurut Nur Cholis, jarak tempuh armada Damkar dari pusat kota Jepara maupun dari pos terdekat menjadi salah satu kendala dalam penanganan kebakaran. Kondisi ini dinilai berpotensi memperbesar kerugian apabila laporan kejadian terlambat diterima.
“Jarak tempuhnya cukup jauh. Jika laporan terlambat sedikit saja, dampaknya bisa fatal karena api cepat merambat, apalagi saat cuaca panas seperti sekarang,” jelasnya.
Ia berharap Pemerintah Kabupaten Jepara dapat memberikan perhatian khusus dengan menambah armada Damkar di wilayah tersebut, terutama menjelang musim kemarau yang rawan terjadi kebakaran.
Selain itu, pihak kecamatan juga mendorong perusahaan-perusahaan besar di kawasan industri Mayong dan Nalumsari untuk memiliki unit pemadam kebakaran mandiri. Langkah ini dinilai penting agar penanganan awal dapat dilakukan sebelum petugas Damkar tiba di lokasi.
Nur Cholis juga menyampaikan bahwa pihak kecamatan akan segera berkoordinasi dengan pemerintah desa melalui surat resmi untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap potensi kebakaran, sesuai arahan Sekretaris Daerah (Sekda) Jepara. Pengawasan juga akan diperketat di sejumlah titik rawan, termasuk kawasan wisata hutan pinus Sreni.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuang puntung rokok sembarangan serta lebih berhati-hati dalam penggunaan instalasi listrik, terutama saat cuaca panas dan angin kencang,” tambahnya.
Sementara itu, Kapolsek Nalumsari AKP Agus Umar, S.H., M.H., mengatakan pihak kepolisian masih melakukan pemantauan di lokasi kebakaran terakhir. Hingga Kamis (12/3) pagi, garis polisi masih terpasang di area pabrik yang terdampak kebakaran.
“Sebagian karyawan sudah mulai masuk untuk membersihkan sisa material dan menyelamatkan peralatan yang masih bisa digunakan. Petugas PLN juga sedang memperbaiki kabel listrik yang terputus akibat kebakaran,” ujarnya.
Meski tengah dilanda musibah, manajemen PT Chenqi Indonesia tetap berkomitmen terhadap kesejahteraan para pekerjanya. Perusahaan berencana tetap menyalurkan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada karyawan pada Sabtu, 14 Maret 2026 mendatang.












