Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

PERISTIWA

Sekjen GMBN-RI : Pemuda Hati Hati Dengan Faham Radikalisme

LOGOS TNbadge-check

Tangerang,transnews-28 Oktober 1928 tonggak sejarah bersatunya putra putri terbaik Indonesia. Mereka berkumpul dan mengikrarkan sumpah. Sumpah yang dikenang sebagai sumpah pemuda dengan 3 ikrar.

91 tahun berlalu peristiwa 28 Oktober hanya dikenang sebagai peringatan saja bahkan sekedar seremonial Upacara bendera, lagu kebangsaan Indonesia Raya dan pengulangan isi sumpah. Setelah itu apa?

Hal inilah yang menjadi sorotan Satrio Dj Sekretaris Umum GMBN-RI saat ditemu Transnews.co.id, di kediamannya Minggu (27/10/19). Satrio sangat menyayangkan bahwa pemuda sekarang ini seakan tak peduli dengan keadaan Bangsa.

“Saya melihat, pemuda Indonesia terutama generasi Z yang hidup di jaman milenial ini, seakan hidup di dunianya sendiri. Seakan emoh dan tak hirau dengan keadaan negeri hingga gampang disusupi paham-paham perusak moral,” ujar Satrio.

Satrio mengungkapkan itu karena melihat fenomena pemuda, yang lebih asyik dengan gadgetnya daripada berinteraksi secara sosial dan membangun.

“Teknologi memang penting tetapi jangan sampai karena asyik bermain gadget hingga lupa berbuat,” kata Satrio.

Sebab itu Satrio menekankan, pemuda jangan sampai berada di titik yang sama, sebuah rutinitas itu-itu saja yang cenderung membuat mereka hidup dalam kungkungan pola hidup borjouisme.

“Mari bergerak dari titik yang berbeda. Jangan tiap hari dan waktu berada di titik yang sama. Biar kita tak terjebak rutinitas,” ucap Satrio.

Satrio menambahkan, saat ini pemuda ibarat ikan gemuk yang siap dijaring nelayan berpaham radikalisme. Saat pemuda lengah, maka mereka akan terperangkap jaring dan hasilnya otak mereka akan mengiyakan paham radikalisme.

“Dengan semangat sumpah pemuda, saya menghimbau pada pemuda Indonesia, mari berjuang demi bangsa dan berhati-hati dengan paham radikalisme,” tandas Satrio.(agy)

Baca Lainnya

Polsek Kalinyamatan Evakuasi Jasad Anak 10 Tahun yang Tenggelam di Sungai Setanjung

10 Maret 2026 - 03:52

Gelar Santunan Ramadhan 1447 H, MT Silaturahmi Kota Depok & Tasya Lovers Santuni 50 Anak Yatim

9 Maret 2026 - 23:11

Kunker ke Jepara, Zulhas Pastikan Program Pangan Berjalan

9 Maret 2026 - 19:01

Kemendagri: Jatim Jadi Contoh Penguatan Tata Kelola Digital Pemerintahan

9 Maret 2026 - 18:56

News Trending PERISTIWA