Selamat Jalan Kamsul Hasan, Ahli Pers Indonesia

Editor: Isson Khairul
Drs. H. Kamsul Hasan, SH, MH. (Isson K)

205 seconds reading this post

KAMSUL HASAN adalah Ahli Pers dari PWI Pusat dan Dewan Pers. Ia merupakan Kepala Bidang Advokasi dan Pembelaan Wartawan PWI Pusat, periode 2023-2028. Pada Selasa, 9 Juli 2024 ini, pukul 16:00 WIB, ia wafat di kediamannya di Tebet, Jakarta Selatan.

Rabu, 10 Juli 2024, Dimakamkan

Saat ini, jenazah berada di rumah duka, Jalan Tebet Barat I-D No.10, Kelurahan Tebet Barat, Jakarta Selatan. Rencana, Rabu, 10 Juli 2024, pukul 10:00 WIB pagi, almarhum akan dikebumikan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Menteng Pulo, Jalan Menteng Pulo, RT. 03 RW. 12, Menteng Dalam, Tebet, Jakarta Selatan.

Pada Selasa, 9 Juli 2024 sore ini, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jakarta, Kesit Budi Handoyo Kesit B Handoyo-Full melayat almarhum ke rumah duka. Kesit melayat bersama sejumlah pengurus harian PWI Jaya. Kita tahu, Kamsul Hasan di masa jaya media cetak, merupakan wartawan Harian Pos Kota, Jakarta.

Ia juga aktif di organisasi wartawan PWI Jakarta, bahkan menjadi Ketua PWI Jakarta dua periode berturut-turut, yaitu 2004-2009 dan 2009-2014. Kalangan wartawan Jakarta, juga para wartawan secara nasional, tentu saja berduka.

Dari kiri ke kanan: Sekjen Sekber Wartawan Indonesia (SWI) Herry Budiman, Kamsul Hasan, dan Isson Khairul usai diskusi tentang Perpres Publisher Rights, 8 Maret 2024 di rumah beliau di Tebet. (Isson)

Kamsul Hasan merupakan sosok wartawan yang memiliki pergaulan luas. Secara akademik, ia Sarjana Ilmu Jurnalistik dari Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP) Jakarta dan Magister Hukum dari Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Iblam, Jakarta.

BACA JUGA :  Pengurus DPW SWI Prov. Jateng dan 12 DPD SWI Resmi Dilantik, Ini Pesan Sekjen SWI

Dengan rekam jejak yang panjang di Harian Pos Kota, ditunjang oleh latar akademiknya, Kamsul Hasan kemudian menjadi Ahli Pers dari PWI Pusat dan Dewan Pers. Ia aktif menjadi narasumber di berbagai seminar dan pelatihan jurnalistik di berbagai wilayah tanah air.

Pada tahun 2021, kesehatan Kamsul Hasan mulai menurun. Ia selama beberapa hari, sejak Minggu, 5 September 2021 misalnya, dirawat di kamar 411 Gedung A, Rumah Sakit Pusat Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta Pusat. Sebelumnya, Kamsul sempat dirawat di RS Premier Jatinegara, Jakarta Timur, selama lima hari.

Kamsul Hasan sempat menjalani cuci darah, untuk memperbaiki fungsi ginjalnya, akibat kadar gula darah yang tinggi. Setelah itu, dilanjutkan dengan operasi terhadap luka di kakinya, akibat diabetes.

Aktif Hingga Tutup Usia

Sejak itu, Kamsul Hasan beraktivitas dengan menggunakan kursi roda. Meski kondisinya sehari-hari berkursi roda, ia tetap aktif di berbagai seminar dan pelatihan jurnalistik di berbagai wilayah tanah air.

Dengan posisinya sebagai Ahli Pers dari PWI Pusat dan Dewan Pers, juga sebagai Kepala Bidang Advokasi dan Pembelaan Wartawan PWI Pusat, periode 2023-2028, Kamsul Hasan secara intens mencermati perkembangan pers.

BACA JUGA :  Ikhlas Berbagi Menggapai Ramadhan, DPW SWI Jatim Gelar Baksos Buka Bersama Yatim Piatu di Ponpes Ar-Ridlwan¬†

Ketika Presiden Joko Widodo menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 32 Tahun 2024 tentang Publisher Rights, saya mewawancarai Kamsul Hasan di kediamannya tentang hal tersebut. Perpres itu, antara lain, terinspirasi oleh Pers Uni Eropa dan Pers Australia. Selanjutnya, silakan baca “Ahli Hukum Pers Membedah Perpres Publisher Rights” di Kompasiana.com | 15 Maret 2024.

Sejak pertengahan Juni 2024, kondisi kesehatan Kamsul Hasan terus menurun. Ia menjalani perawatan di rumahnya. Hal itu diungkapkan Sutrisno Buyil, Ketua Forum Wartawan Hiburan (Forwan) Indonesia, yang sempat berdialog via telepon dengan Kamsul Hasan, pada Jumat, 21 Juni 2024 lalu.

Di kampus Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP) Jakarta, Kamsul Hasan adalah kakak tingkat saya. Ia aktif di berbagai komunitas sosial di kampus. Ia baru melakoni dunia jurnalistik setelah lulus kuliah, dengan bergabung di Harian Pos Kota, Jakarta.

Pilihannya melanjutkan studi ke jenjang S-2 di bidang Ilmu Hukum, merupakan langkah yang tepat. Dengan demikian, itu memberi nilai tambah baginya yang sudah menjadi praktisi pers. Apalagi, kita tahu, jumlah pengaduan masyarakat dalam konteks pemberitaan pers, terus meningkat dari waktu ke waktu.

BACA JUGA :  Cegah Persoalan Hukum Dikemudian Hari, SWI Jepara Ngopi Bareng Hj. Eko Suwarni

Dari penelusuran saya, pada tahun 2023, jumlah pengaduan warga yang sampai ke Dewan Pers, mencapai 813 kasus. Terutama, datang dari warga yang merasa dirugikan karena pemberitaan media. Menurut saya, hal itu menjadi salah satu indikator, tumbuhnya kesadaran warga tentang akibat yang bisa ditimbulkan oleh pemberitaan.

Di satu sisi, tumbuhnya kesadaran warga tersebut, merupakan hal positif dalam konteks masyarakat telah turut menjadi bagian yang mengontrol kehidupan pers tanah air. Di sisi lain, hal itu juga positif, dalam konteks menjadi motivasi bagi kalangan pers untuk meningkatkan kompetensi mereka.

Semoga pengabdian Kamsul Hasan di dunia kewartawanan selama ini, melapangkan jalannya ke alam sana. Mari sama-sama kita doakan serta kita maafkan (jika ada) kekeliruannya.*

Salam dari saya, Isson Khairul
Persatuan Penulis Indonesia

Catatan Redaksi: Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, silahkan mengirim sanggahan dan/atau koreksi kepada Kami sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) UU Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers melalui email: transnewsredaksi@gmail.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *