Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

NASIONAL

Senator Aceh Dukung Penyelamatan kawasan Makam Sultan Sayed Jamalul Alam Badrul Munir Jamalullail

LOGOS TNbadge-check

TN.ACEH l — Senator Aceh Fachrul Razi, S.I.P., M.I.P. mendukung penuh penyelamatan Kawasan Situs Makam Sultan Sayed Jamalul Alam Badrul Munir Jamalullail. Hal ini dikatakan dalam pertemuan dengan Cut Putri, ketua Darud Donya, Selasa, (24/12/19).

Dalam pertemuan itu Cut Putri Ketua Darud Donya juga memperlihatkan Memorandum untuk penyelamatan kawasan makam Sultan Sayed Jamalul Alam Badrul Munir Jamalullail.
Memorandum ditujukan untuk PYM Wali Nanggroe Aceh, Gubernur Aceh, Pimpinan DPR Aceh, Walikota Banda Aceh, Pimpinan DPRK Banda Aceh, Tim Ahli Cagar Budaya(TACB) Kota Banda Aceh dan Balai Pestarian Cagar Budaya (BPCB) Aceh.

Memorandum berisi 4 (empat) point yaitu meminta pihak-pihak yang berkompeten untuk:

1. Membersihkan dan menertibkan akses jalan menuju cagar budaya Makam Sultan Jamalul Alam Badrul Munir yang sekarang dipakai sebagai tempat berjualan Bakso.

2. Membebaskan kawasan cagar budaya Makam Sultan Jamalul Alam Badrul Munir Jamalullail dari bangunan-bangunan, dan mengembalikan kawasan situs cagar budaya tersebut seperti semula.

3. Memugar dan memulihkan kawasan cagar budaya Makam Sultan Jamalul Alam Badrul Munir sehingga kembali menjadi Taman Poteu Jeumaloy, sebagaimana aslinya di manuskrip.

4. Mengusulkan agar nama jalan utama di kawasan cagar budaya tersebut, menjadi nama: Jalan Sultan Jamalul Alam Badrul Munir.

Senator Aceh ikut menandatangani memorandum untuk penyelamatan kawasan Taman Poteu Jeumaloy dan mengatakan akan membawa masalah serius ini hingga ke Menteri Pariwisata di Jakarta. Hal ini sangat penting sebab sejarah Aceh adalah aset dan jika tidak melindungi situs sejarah berarti sama saja tidak menghormati para pendahulu Aceh yang telah berjasa.

Dalam pertemuan itu ikut hadir Muhammad Yahya Tengku Mu’az, atau yang dikenal dengan Yahya Mu’az seorang tokoh dan pemerhati sejarah Aceh, beliau juga banyak membahas sejarah Aceh serta Sejarah Sultan dan ulama yang amat berjasa untuk Aceh. Yahya Mu’az yang ikut menandatangani Memorandum menyatakan akan turut memperjuangkan penyelamatan situs sejarah bersama-sama dengan seluruh rakyat Aceh.

“Beliau amat senang karena ada generasi muda yang peduli sejarah Aceh, sebab sejarah adalah jati diri bangsa Aceh dan penunjuk jalan menuju masa depan,” pungkas Cut Putri, Ketua Darud Donya.*** (Mawardi)

Baca Lainnya

Aspidum Kejati Jatim Dicopot, Kejagung Lakukan Pemeriksaan Internal

4 April 2026 - 07:57

BPBD Jatim Tetap Layani Kebencanaan di Bangkalan Saat Penerapan WFH

3 April 2026 - 18:37

Beri Uang Pembinaan, Ketua DPRD Jepara Bakar Semangat Atlet Karate di Kejurprov Jateng

3 April 2026 - 18:02

Pemkab Sidoarjo Terapkan WFH Setiap Jumat, Dorong Efisiensi dan Transformasi Digital ASN

2 April 2026 - 19:32

News Trending DAERAH