Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

PERISTIWA

Siapkan Lapangan Kerja Baru: Pemprov Jatim Studi Banding Program Patriot Desa ke Jabar

LOGOS TNbadge-check


					Siapkan Lapangan Kerja Baru: Pemprov Jatim Studi Banding Program Patriot Desa ke Jabar Perbesar

Suasana Study Banding Pemprov Jatim ke Jawa Barat terkait Program Patriot Desa. (photo-Dok HMS)

Bandung,Transnews.co.id – Pemprov Jawa Timur melakukan Study Banding ke Pemprov Jawa Barat di Bandung terkait program Patriot Desa.

Hal itu dimaksudkan untuk menyiapkan program lapangan kerja baru bagi pemuda yang belum memiliki pekerjaan di Jawa Timur.

Menurut Kepala Biro Pemerintahan dan Otoda Setdaprov Jatim, Jempin Marbun selaku pimpinan rombongan studi banding Program Patriot Desa di Kompleks Gedung Sate Setdaprov Jabar,Selasa (9/3) mengatakan, studi banding dilakukan sebagai tindak lanjut arahan Gubernur Jatim dalam upaya pemprov melakukan peningkatan kualitas tenaga kerja utamanya bagi kaum pemuda yang belum memiliki pekerjaan.

Dipilihnya Jawa Barat sebagai tempat studi banding, menurut Jempin, karena Jawa Barat kini telah mengembangkan Program Patriot Desa sejak tahun 2019 dan hingga tahun 2021 telah mencapai tingkat akselerasi. pekerjaan.

“Kami berharap, Pemprov Jabar bisa memberikan masukan apa apa yang harus kita persiapkan, baik secara teknis aturan perundang undangannya, OPD sebagai stakeholder apa saja yang harus terlibat maupun dari segi generasi mudanya sendiri,”tuturnya.

Kami juga melihat Jabar telah membuat program patriot desa sejak tahun 2019 dan menargetkan tahun 2022 sudah menjadi program mandiri,” tambah Jempin.

Kepala Biro Perekonomian Setdaprov Jatim, Benny Bachtiar saat menerima rombongan dari Pemprov Jatim mengatakan, Jawa Barat telah memulai Program Patriot Desa sejak tahun 2019 berupa building foundation dengan target 50 desa yang diawali dengan penyiapan sistem, penyiapan sumber daya dan sinergi stakeholder.

Pada tahun 2020, meningkat pada tahap starting up berupa pemantapan program dengan target 264 desa, membangun jejaring dan kolaborasi untuk pembangunan desa, dan menumbuhkan desa mandiri. Pada tahun 2021 meningkat pada tahap akselerasi berupa percepatan program dengan target 403 desa, menginisiasi forum untuk mendorong strategi pembangunan kawasan pedesaan, serta sinergi stakeholder untuk menyelenggarakan festival desa.

Sedangkan tahun 2022 merupakan tahap scale up berupa perluasan program dengan target 500 desa, optimalisasi forum untuk mendorong strategi pembangunan kawasan pedesaan serta menjadikan festival desa sebagai etalase kemajuan desa.

Sementara Kabid Kelembagaan dan Pengembangan Partisipasi Masyarakat Dinas PMD Prov Jabar, Lisa Avianty menambahkan, Patriot Desa merupakan generasi muda yang berjiwa elan revolusioner yaitu memiliki kompetensi ikhlas, pejuang, merakyat, dan memiliki kemampuan teknis yang mampu hidup dalam segala kondisi dan mampu mengajak masyarakat untuk berdaya dan menjadikan rakyatnya mandiri dan berdaulat.

Tujuan adanya patriot desa yakni mendukung pertumbuhan wirausaha lokal, memfasilitasi masyarakat desa dalam mengidentifikasi potensi desa, menumbuhkan kedaulatan desa melalui masyarakat desa.

Selain itu, pengembangan potensi masyarakat desa sesuai passion dan daya dukung lingkungan,meningkatkan keterlibatan berbagai kelas dan gender dalam pengambilan arah pembangunan desa, serta mendukung pemerintah desa untuk menyediakan data desa yang terdigitalisasi.

Sementara Fungsi patriot desa adalah sebagai integrator yakni memfasilitasi keterpaduan semua program yg ada di desa. Selain itu, sebagai komunikator yang mampu berkomunikasi antar elemen desa, pihak terkait, pentahelix dan publik serta sebagai akselerator di dalam masyarakat desa.

Goal atau target akhir yang diharapkan dari patriot desa adalah kemandirian, partisipatif, ekonomi dan digitalisasi. Mandiri artinya masyarakat mampu mengelola potensi desanya secara mandiri dan percaya diri. Partisipatif artinya agenda pembangunan desa yang senantiasa transparan dan partisipatif terhadap seluruh kelas masyarakat.

“Ekonomi artinya ekonomi desa yang tumbuh mampu memenuhi kebutuhan masyarakatnya baik terserap tenaga kerjanya maupun meningkat pendapatannya. Sementara digitalisasi artinya taraf hidup masyarakat meningkat dengan tersedianya layanan publik desa melalui teknologi digital secara inklusif,”paparnya.

Turut hadir dalam study banding tersebut Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Dinas Perkebunan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Dinas Kominfo, Dinas Koperasi dan UKM, BPKAD, Bappeda, Biro Pemerintahan dan Otoda, Biro Perekonomian dan Biro Adm Pimpinan Setdaprov Jatim. (HD/Chrys)Editor:Nas

Baca Lainnya

Wujudkan Kepedulian di Bulan Ramadhan, GWS Jepara Gelar Aksi Berbagi Takjil

14 Maret 2026 - 01:05

Pemkab Sidoarjo Kebut Perbaikan Jalan, Bupati Subandi Target Tuntas Sebelum Lebaran

14 Maret 2026 - 01:02

Progres Sekolah Rakyat Surabaya Capai 26,76 Persen, Target Rampung Juni 2026

14 Maret 2026 - 01:00

Rentetan Kebakaran di Nalumsari Jepara, Dari Rumah Joglo hingga Penggilingan Padi

13 Maret 2026 - 16:30

News Trending DAERAH