Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

ENTERTAINMENT

Sikapi Kemajuan Teknologi di Bidang Seni dan Budaya, Hanny Mustofa: Justru Kita Harus ‘Menyetubuhi’

Avatar photobadge-check


					Sikapi Kemajuan Teknologi di Bidang Seni dan Budaya, Hanny Mustofa: Justru Kita Harus 'Menyetubuhi' Perbesar

Sikapi Kemajuan Teknologi di Bidang Seni dan Budaya, Hanny Mustofa: Justru Kita Harus 'Menyetubuhi'

JAKARTA, transnews.co.id – Peduli dengan kemajuan tehnologi di bidang seni dan budaya, Himpunan Seni Budaya Islam (HSBI) dan Jagad Sastra Melenial (JSM) adakan diskusi Film dan Sastra menyikapi kepintaran buatan (AI) di Galeri Darmin Duren Tiga, Jakarta Selatan, Kamis (20/11/2025).

Diskusi tersebut menghadirkan Hanny Mustofa – pembicara yang juga praktisi film yang lama berkiprah di televisi swasta. Dalam laporannya Hanny mengatakan bahwa selaku pelaku seni kita tak perlu antipati terkait perkembangan teknologi seperti AI.

“Justru kita harus ‘menyetubuhi’ dan kita manfaatkan kecanggihan teknologi itu untuk pelengkap kreativitas kita, tanpa harus bergantung pada kecanggihan teknologi itu sendiri,” jelas Hanny.

Lebih jauh Hanny mengatakan, bahwa selama ini para pelaku seni khususnya, dan masyarakat pada umumnya mampu beradaptasi terkait berbagai perkembangan.

Foto bersama Sikapi Kemajuan Teknologi di Bidang Seni dan Budaya, Hanny Mustofa: Justru Kita Harus 'Menyetubuhi'

Foto bersama Sikapi Kemajuan Teknologi di Bidang Seni dan Budaya, Hanny Mustofa: Justru Kita Harus ‘Menyetubuhi’

Sementara Riri Satria – pembicara yang juga Ketua Jagad Sastra Melenia (JSM) dan pakar IT ini mengatakan, semua produk kecanggihan teknologi bukanlah karya seni Murni.

“Ia produk engeneering tanpa rasa dan estetika. Karena itulah karya murni buatan manusia tetap yang utama. Tetapi bila kita tidak mau belajar, seperti orang bijak bilang – maka kebodohanlah yang kita dapatkan. Dan bisa saya tambahkan lagi, maka tehnologi yang akan menguasai,” terang Riri.

Karena itulah, tambah Riri – manusia harus mampu mengatur dan memaksimalkan kepintaran buatan tersebut. Karena biar bagaimana pun kecerdasan buatan itu adalah buatan, bukan kecerdasan hakiki seperti yang dimiliki manusia.

Acara tersebut juga ada sesi tanya jawab, dimana para peserta yang terdiri dari para pelaku seni seperti pelukis, sastrawan, pemusik, penyair, pelaku film, dan yang lainnya, nampak interaktif terkait dengan tema diskusi tersebut.

Selain itu ada pembacaan puisi dari JSM seperti Rommy Sastra, Nunung Noor El Niel, Erna Winarsih Wiyono, Khairani Piliang, Rissa Curtis, dan pengurus HSBI Helvy Tiana Rossa, Nike Fenty dan Doel Azhar.

Acara yang berlangsung dari jam 13.40 berakhir 16.00 dihadiri oleh Ketua Bidang Sastra HSBI Helvy Tiana Rossa, Uyung Mahagenta Ketua Bidang Musik HSBI, dan pengurus HSBI lainnya seperti Abdul Mujib, Nike, Ismail Lautan, dan Putra Gara yang menjadi moderator.

Baca Lainnya

Revolusi Museum Sangiran: Dr. Sudibyo “Hidupkan” Fosil Lewat Teknologi Imersif dan Bit Arrangement

7 Maret 2026 - 03:28

Wujudkan Zero Narkoba Polres Jember Test Urine Bagi Para Perwira

7 Maret 2026 - 03:21

Ramadan Penuh Kebersamaan, Ormas PROGIB DPC Jepara Bagikan 1500 Takjil

7 Maret 2026 - 03:17

Kunjungi Pameran IFEX 2026, Ketua DPRD: Momentum Perluas Akses Pasar Global Furniture Jepara

7 Maret 2026 - 03:11

News Trending EKBIS