Jakarta, TransNews.co.id-Program Kampung Tersenyum (Terima Sedekah Minyak Jelantah) yang diinisiasi oleh Rumah Sosial Kutub telah setahun terlaksana di Wilayah Kota Jakarta Selatan.
Program yang bersinergi dengan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan, dan YBM PLN itu dinilai telah sukses memberikan manfaat terhadap kebersihan lingkungan, dalam mengatasi permasalahan limbah minyak jelantah di wilayah Jaksel.
Wakil Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan Isnawa Adji mengatakan, dirinya memberikan apresiasi kepada Rumah Kutub yang telah bekerja keras di dalam program ini.

Dikatakannya Konsistensi Rumah Kutub yang terus menjalankan Program Kampung Tersenyum, berdampak positif dan memberikan berbagai capaian luar biasa selama setahun ini.
“Saya salut dengan Rumah Sosial Kutub, dengan ide yang sangat luar biasa, di satu tahun ini, ekspektasinya luar biasa, Alhamdulillah,”katanya di Jakarta,Selasa (19/1/2021).
Isnawa Adji mengungkapkan Rumah Sosial Kutub bahkan bisa sampai masuk Top 99 dalam penilaian administrasi pelayanan publik dari Kementerian Pan-RB Republik Indonesia, yang langsung dihadiri oleh pak gubernur pada saat itu,” ujanya.
Isnawa menuturkan, aspek-aspek ataupun hal yang berkaitan dengan lingkungan hidup menjadi salah satu konsen Pemerintah Kota Jakarta Selatan.
“Karena itu, saya berharap Program Kampung Tersenyum bisa dapat terus berjalan dan terus memberikan kesadaran kepada masyarakat agar tidak membuang limbah minyak jelantah secara sembarang,”pungkasnya.
Sementara, Direktur Rumah Sosial Kutub Suhito mengatakan, selama setahun ini, pihaknya telah berhasil mengajak 58 kelurahan untuk ikut berpartisipasi dalam menangani limbah minyak jelantah.
Diungkapkan Suhito, total 91.242 liter limbah minyak jelantah telah tertangani, 5.501 tong sedekah telah terdistribusikan, dan Rp. 553.940.000 dana sedekah telah terhimpun. Sehingga dengan adanya Program Kampung Tersenyum ini terdapat 6.236 penerima manfaat di wilayah Jakarta selatan yang telah terbantukan selama masa pandemi.
“Kemudian, kelurahan dan kecamatan yang menempati peringkat pertama adalah Kelurahan Pondok Labu dan Kecamatan Jagakarsa dengan penanganan jumlah limbah yang tertangani sebanyak 10.260 liter dan 22.950 liter,” demikian Suhito. (*)Editor:Nas











