Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

DAERAH

Warga Desa Cibalung Bogor, Tolak Bank Ling dan Rentenir Masuk Wilayahnya

LOGOS TNbadge-check

Bogor, Transnews-Warga Desa Cibalung Kecamatan Cijeruk, kabupaten Bogor Jawa Barat, menolak Bank Keliling (Bank Ling) atau Rentenir memasuki wilayahnya. Hal itu ditegaskan oleh beberapa pengurus RT dan RW desa Cibalung, baru baru ini.

Menurut Ketua RT dan RW setempat yang mohon dirahasiakan namanya mengatakan bahwa,keberadaan Bank Keliling (Bank Ling) atau Rentenir sudah sangat merugikan masyarakat dan meresahkan.Sebab banyak keluhan warga yang melaporkan akibat pinjam uang di Bank Ling, aset dan rumahnya akan disita jika menunggak bayar cicilan.

” Tiga bulan terakhir banyak warga, khususnya di RT 01/RW 03 mengaku ketakutan karena di intimidasi dan di takuti aset atau rumahnya akan disita oleh oknum petugas Bang Ling,” ujarnya.

Pengurus RT 01 khususnya di RW 03,menghimbau agar masyarakat tidak lagi meminjam modal usaha ke Bank Ling,atau Rentenir. Selain bunganya sangat tinggi, juga sangat merugikan bagi masyarakat.

” Mulai saat ini masyarakat jangan lagi pinjam modal di Bank Ling. Sebab Bank Ling tidak jauh berbeda dengan lintah darat atau rentenir yang memeras masyarakat,” Himbaunya,sembari menyarankan jika ingin pinjam modal, pinjam saja modal di Bank Bank pemerintah yang sudah jelas aturan mainnya.

Ditempat terpisah, Sunarti (42),pedagang sembako di kampung Cihideung, Cijeruk mengakui dirinya sempat akan disita rumah dan kebunnya,karena pinjaman uang ke Bank Ling,tidak bisa dicicilnya hingga 7 bulan, sebab suaminya meninggal dunia.

” Saya waktu itu pinjam modal ke Bank Ling 5 juta, usaha baru berjalan 4 bulan suami meninggal, cicilan macet karena habis modal untuk kebutuhan sehari hari,” ungkapnya.

Dia menambahkan, 7 bulan cicilan macet, tiba tiba rumahnya akan disita, sebab pinjaman pokok dan bunganya membengkak menjadi 25 juta.

” Saat itu saya kaget, kok utang saya jadi sebesar itu, sebab saat kontrak pinjam modal,suami yang tanda tangan dan tidak tahu menahu.Padahal setahu saya hanya 5 juta,”ungkap Sunarti.

Meski rumahnya tidak jadi di sita, karena langsung hutangnya dilunasi keluarga,Sunarti kapok dan tidak akan sekali kali lagi meminjan modal ke Rentenir.

“Saya kapok mas, pinjem modal ke Bank Ling. Moal sakali kali deui,” Imbuh Sunarti dengan dialek sundanya.

Sebagai bentuk perhatian, pemerintah desa dan pengurus RT dan RW desa Cibalung,kini telah memasang spanduk, agar Bank Ling dan Rentenir dilarang memasuki kawasan desa tersebut. (Nas)

Baca Lainnya

Nyadran Dewi Sekardadu Warnai Harjasda ke-167, Nelayan Sidoarjo Larung Doa dan Syukur ke Laut

8 Februari 2026 - 18:43

Pagelaran Wayang Kulit Warnai Harjasda ke-167, Bupati Subandi Tekankan Kepemimpinan Berhati Rakyat

8 Februari 2026 - 18:40

Gubernur Khofifah Hadiri Tahlil dan Pengajian Muslimah Haul Sunan Ampel ke-549

7 Februari 2026 - 19:40

Pemkab Sidoarjo Kebut Perbaikan Jalan Berlubang

7 Februari 2026 - 19:37

News Trending DAERAH