
H. Zainal Abidin saat diwawancara crew TransNews.(Ist)
Sosok yang juga sangat intim dijuluki Pemerhati Sosial yang sangat peduli dengan kondisi daerah dimanapun berada, H. Zainal Abidin, saat ditemui crew TransNews.co.id dikodal, Kamis (03/09/20) membeberkan perihal perjuangan dan rencana pembukaan jalan melintasi Kawasan Cagar Alam Morowali yang selama ini tersandra oleh regulasi.
Sebagaimana yang dilansir pada pemberitaan sebelumnya, bahwa atas rencana pekerjaan tersebut, H.Zainal Abidin telah memfilitasi pertemuan multi pihak di Baturube, antara tim pemerakarsa dari BKSDA Sulteng dengan unsur pemeritah daerah, yang dihadiri Pemeritah Daerah Morut, Camat dan Kapolsek Bungku Utara, LSM Pemerhati Lingkungan hidup, Kepala Desa, Anggota BPD, tokoh masyarakat, tokoh adat setempat yang kemudian diajukan ke Gubernur Sulteng untuk dikondisikan ke pihak BKSDA.

Menurut H. Zainal Abidin, setelah melalui proses tahapan koordinasi intensif yang panjang dalam rentan waktu mulai dari zaman pemeritahan Kabupaten Poso, hingga terpisahanya admistrasi Pemeritahan Kabupaten Morut, BKSDA Sulteng akhirnya dipertengahan tahun 2020 memberikan sinyal positif melalui nota kesepakatan antara Gubernur Sulteng.
Dikatakannya, berdasarkan hasil koordinasi antara pihak Gubernur dan BKSDA sulteng, pekerjan jalan dari Tirongan Atas sampai ke Tambayoli yang berjarak kurang lebih 65,9 Km akan dikerjakan pada tahun ini (2020).
“Kemudian sudah dapat dilanjutkan dengan ketentuan, sepanjang 46Km area cagar Alam yang dilalui jalan itu adalah cagar Alam Morowali dan tidak dapat diperjual belikan,”terangnya.
Menyinggung sumber pembiayaan proyek pekerjan tersebut, Zainal Abidin menjelaskan, pembiayaan survey awal yang menelan anggaran Rp.200juta itu diperoleh dari APBD Pikir Provinsi Sulteng H.Zainal Abidin, dan selebihnya akan dibebankan kepada Pemeritah Provinsi, melalui APBD Provinsi sulteng yang ditaksirkan bakal menghabiskan anggaran sebesar 278Milyar, dengan estimasi 4Milyar/Km,”pungkas Zainal. (AL) Editor:Nas












