Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

DAERAH

Imbas Corona Dan Longsor : Pendapatan Pengepul Kolang Kaling Di Talegong Garut Turun Drastis

LOGOS TNbadge-check

Stok Kolang Kaling milik Candra belum bisa terkirim karena sepi pemesan (NN)

Garut, transnews.co.id-Dampak Corona yang kini sedang mewabah sangat terasa imbasnya terhadap pengusaha kecil di desa desa. Penjualan tidak sebanding dengan modal yang dikeluarkan,pemesan dan pembeli sepi, sehingga harus putar otak agar keluarga bisa tetap makan.

Hal itu dirasakan Chadra (40) seorang pengepul buah aren (Kolang Kaking) dan gula merah di kawasan ujung Talegong Garut Jawa Barat.

Warga kampung Kadu Nengang Talegong ini mengungkapkan,dalam menyambut bulan suci ramadhan, biasanya pemesanan kolang kaling dan gula aren bisa per minggu 3 atau 4 kali,tetapi karena wabah corona satu minggu hanya satu kali.

“Dampak corona ini luar biasa berimbas kepada saya. Dan sangat terasa karena pendapatan turun drastis hingga mencapai 70 persen,”ungkap Candra.

Sebelumnya,tambah Candra,satu bulan lalu dirinya sudah stok gula aren dan kolang kaling untuk persiapan menyambut ramadhan. Dagangannya dikirim ke pasar pasar di Bandung dan Jakarta sesuai pemesanan.

“Saat ini paling hanya bisa satu kali pengiriman permingu,, berbeda pada saat belum terjadi corona bisa 4 kali pengiriman dalam satu minggu,”tuturnya.

Candra berharap pemerintah dalam hal ini harus peka dan perhatian kepada pengusaha kecil didaerah, sehingga kesulitan bisa tertanggulangi,”pintanya.

Kesulitan lain yang menghambat pengiriman barang, adalah kondisi jalan yang longsor di blok Ciwaru desa Sukamulya yang hingga kini belum diperbaiki.

“Selain sepi pemesan, kondisi jalan tertutup lonsor satu bagian dari tersendatnya ekonomi desa termasuk saya. Sebab perekonomian menjadi tersendat. Maka kami mohon segeralah perbaiki jalan yang longsor itu,”pungkas Candra. (Nana) Editor:Nas

Baca Lainnya

Passca Ledakan di Masjid Jember, Polda Jatim Pastikan Situasi Terkendali dan Tidak Ada Korban Jiwa

18 Maret 2026 - 05:53

Salurkan Bantuan Kursi Roda, YGP Beri Semangat Baru Untuk Warga Depok

18 Maret 2026 - 05:47

Konsisten Menebar Kebaikan, YGP Salurkan Kaki Palsu Untuk Warga Depok

18 Maret 2026 - 05:30

Jelang Lebaran 2026, Forkopimda Jepara Pastikan Stok Pangan dan Energi Aman

17 Maret 2026 - 21:39

News Trending DAERAH