Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

Mumuh Muchtadji, Pelukis Imaji Riligi

LOGOS TNbadge-check

TN.BOGOR l — Warna-warna cerah bertebaran. Membentuk kombinasi obyek dekoratif naif. Ada juga terselip realis dalam kombinasi yang tidak biasa, sehingga menimbulkan imajinasi bagi siapa saja yang melihatnya. Hal itulah yang terbaca bila kita melihat karya dari perupa Mumuh Muchtadji (72), yang beberapa karyanya menempel di dinding ruang pamer Cikindo ArtGalery – Parung, Bogor.

Imaji-imaji dalam karya Mumuh, adalah bentuk proses perjalanan seni rupanya, dimana ia mensamarkan obyek menjadi dekor yang penuh penghayatan pada sang pemilik hidup. Ia mencoba menyelami bentuk alam raya dengan imajinasi sesuai kehendak hatinya. Daun-daun yang membesar pada semak realis, bukan sekadar tempelan belaka, tetapi obyek nilai pada inajinasi riligi akan kehendak hati pada rasa syukur Sang Khalik yang telah memberikan kekuatan pikiran untuk Mumuh dalam prosed karyanya.

“Dalam mengoreskan warna saya mengalir saja, sambil menekankan rasa syukur pada bakat alam yang telah saya tempa sejak saya remaja,” ungkap Mumuh, Rabu (15/4/2020).

Mumuh mengaku bakat seninya memang mengalir dari keluarga besarnta. Dari mulai sang kakek yang penempa emas, orang tua, paman, yang semuanya adalah memilki keahlian pengrajin ysng tentu saja harus memiliki jiwa seni dalam penempaan barangnya.

“Awal menggeluti seni lukis saya lebih condong realis. Tetapi proses berkarya menempa saya untuk menemukan pola bentuk lukis yang saat ini mungkin jadi identitas karya saya. Meskipun ada dekoratifnya, tetapi perpaduan realis masih ada di sana. Hanya warna menyala, yang melengkapi menjadi identitas karya saya,” ungkap Mumuh.

Warna-warna menyala itu, tanpa disadari, merupakan semangat karya dan juga semangat mensyukuri pada apa yang telah Mumuh miliki. Tentu saja, proses karyanya ini selain sudah banyak menjadi koleksi para kolektor, juga tengah dalam persiapan untuk pameran.

“Hingga saat ini masih terus mengumpulkan karya, kalau sudah memungkinkan untuk dipamerkan, tentu akan menjadi ruang apresiasi yang perlu lebih ekstra saya siapkan,” kata Mumuh mengakhiri.*** (Gara)

Mumuh dengan salah satu karyanya. (Ft.PG)

 

Baca Lainnya

Dorong Daya Saing Global, Pemkab Jepara Resmikan Kartu Mebel dan Berangkatkan IKM ke IFEX 2026.

3 Maret 2026 - 04:37

Resmi Tembus Probolinggo, Commuter Line Supas Perkuat Aglomerasi Surabaya Raya

2 Maret 2026 - 21:09

Bupati Subandi Perkuat Sinergi dengan PHDI, Tegaskan Komitmen Jaga Kerukunan Umat di Sidoarjo

2 Maret 2026 - 21:07

Jaga Keandalan Listrik Selama Ramadhan, PLN Lakukan Thermovisi pada Jalur Transmisi Depok–Cawang

2 Maret 2026 - 19:02

News Trending DEPOK