Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

DAERAH

Gegara Corona, Harga Jual Jahe di Talegong Garut Melonjak Tajam

LOGOS TNbadge-check

Tata, Mantan Kades Sela Awi yang sukses menjadi pengusaha jahe di Talegong Garut. (Photo-Yat)

Garut, transnews.co.id-Dampak corona bagi sebagian petani utamanya petani jahe di Desa Sela Awi,Kecamatan Talegong Garut Jawa Barat membawa berkah tersendiri, sebab harga jual komoditas Jahe harganya melonjak cukup tajam.

Oman (50) salah seorang petani jahe warga Sela Awi mengaku, sebelum wabah corona merebak, harga jual jahe ke pengepul berkisar antara 10-12 ribu/kg. Saat corona merebak harga jual ke pengepul hingga 30-45 ribu/kg.

“Alhamdulillah, harga jual jahe akibat dampak corona lumayan tinggi, sehingga biaya produksi tertutupi dan ada keuntungan cukup lumayan untuk menutup kebutuhan hidup dimasa sulit akibat corona,”ujar Oman.

Ditempat terpisah Tata,pengepul jahe kepada transnews, Rabu (14/4/2020) mengakui bahwa memang harga komoditas Jahe memang cukup tinggi akibat banyak permintaan pesanan dari berbagai daerah di Indonesia terutama pasar lokal Bandung dan Jakarta,bahkan ada juga permintaan dari sebuah pabrik jamu.

“Harga jual komuditas jahe biasa dan jahe merah kisaran 45 ribu sampai 50 ribu/kg, padahal biasanya paling mahal 20 sampaii 30 ribu/kilo tetapi sekarang sejak corona merebak harganya melonjak tinggi,”ujar mantan Kades ini.

Seiring banyaknya order pesanan, penjualan Jahe setiap harinya, lanjut Tata, 4 hingga 6 ton/ harinya. Padahal sebelum seminggu sekali hanya 2 ton saja,”ungkapnya.

Menurut Tata, Jahe paedahnya banyak sekali untuk dikusumsi langsung maupun untuk obat abatan pabrikan dan jamu tradisional.

Diakui Tata menjadi pengepul jual beli Jahe sudah sejak lama digelutinya bahkan sejak menjabat Kades hingga berhenti terus berkiprah di dunia jahe tidak dihentikan hingga sekarang. Termasuk suka dukanya menjadi pengusaha sukses di bidang Jahe.

“Sebelum menjadi Kades hingga berhenti, usaha Jahe terus digeluti hingga sekarang,”ujar Tata.

Dibilangan kecamatan Talegong Garut, nama Tata sudah tidak asing lagi di dengar, bahkan terbilang sukses karena jahe.

Tata meminta kepada pemerintah agar ada perhatian khusus kepada para petani jahe di wilayah Talegong,seperti dukungan modal pengembangan dan penyuluhan kepada para petani khususnya jahe,sehingga mereka lebih termotivasi untuk menanam jahe yang banyak manfaatnya untuk kesehatan,”demikian Tata,seraya mempromosikan bagi siapapun yang membutuhkan jahe, partai kecil dan besar dirinya siap melayani. (Yat) Editor:Nas

Baca Lainnya

BPK dan DPR RI Sosialisasikan Akuntabilitas Dana Desa di Pasuruan, Ratusan Kades Hadir

1 Mei 2026 - 18:40

Wabub Sidoarjo Lantik Tiga Organisasi Alumni HMI, Ajak Perkuat Sinergi Pembangunan

1 Mei 2026 - 18:38

Kasatlantas Polres Jepara Ajak Insan Pers Bersinergi Wujudkan Lalu Lintas Tertib

1 Mei 2026 - 18:30

Sambut Hari Buruh, PLN Perkuat Keandalan Listrik Lewat Perbaikan Tanpa Padam di Gardu Induk

1 Mei 2026 - 15:00

News Trending EKBIS