Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

NASIONAL

Presiden Komite Perdamaian Dunia HE.Prof.DR.Djuyoto Suntani Meninggal Dunia

LOGOS TNbadge-check


					Presiden Komite Perdamaian Dunia HE.Prof.DR.Djuyoto Suntani Meninggal Dunia Perbesar

Jakarta, TransNews.co.id-Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun. Telah berpulang kerahmatullah President the World Peace Committee 202 Negara, HE. Prof. DR. Djuyoto Suntani, di Rumah Sakit Abdi Waluyo, Jakarta, Senin 18 Januari 2021, pukul 10.30 WIB.

Almarhum akan dimakamkan di Museum Gong Perdamaian Dunia, di Desa Plajan Kecamatan Pakis Aji, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.

“Kami atas nama keluarga mohon agar dibukakan pintu maaf bagi almarhum bilamana semasa hidupnya beliau ada kesalahan dan kekuarangan baik perkataan dan perbuatan. Semoga Allah SWT mengampuni segala kesalahannya, menerima segala amal kebaikannya, serta menempatkan almarhum di sisi-Nya, surga al-Jannatunnaiim, amiin ya robbal alamiin,” ujar seniman dan budayawan Eddie Karsito mewakili keluarga besarnya.

Untuk diketahui Djuyoto Suntani, lahir di sebuah perkampungan di Jepara, Jawa Tengah, 6 Juli 1962. Sejak kecil ia dijuluki Anak Pelangi atau Anak Kuwung karena kakak dan adiknya meninggal dunia.

Ia adalah Presiden Komite Perdamaian Dunia atau President of The World Peace Committee (TWPC) yang didirikannya sejak 7 Maret 1997 di Basel, Swiss. Kala itu TWPC dideklarasikan oleh 9 pemimpin yang berasal dari 9 negara.

Visi dan misi TWPC adalah membangun sebuah keluarga masyarakat baru mumi dengan hati. TWPC adalah satu-satunya institusi komunitas internasional yang memiliki sistem kepemimpinan yang kolektif dan selektif dari perwakilan 202 negara.

Ajaran hidupnya adalah, bahwa semua manusia satu keluarga bumi. Tinggal di bumi yang sama, minum air yang sama, menghirup udara yang sama. Meninggal di bumi yang sama, di bawah langit yang sama, ciptaan Tuhan yang sama.

Djuyoto Suntani, mendapat gelar Pangeran dari berbagai Kerajaan, dan Kesultanan. Menjadi warga kehormatan berbagai Negara. Menjadi penasehat berbagai organisisasi internasional. Mendapat Doctor Honoris Causa dari berbagai Universitas Dunia. Mendapat penghargaan sebagai pemimpin dunia paling terkemuka dari berbagai lembaga dunia.

Sumbangan hidupnya adalah menciptakan Gong Perdamaian Dunia yang dibangun permanen di 202 Negara, Gong Perdamaian Nusantara, Gong Perdamaian Asia Afrika, Universitas Peradaban Dunia pada 202 Negara. Usaha kemanusiaan ini kini berpusat di Museum Gong Perdamaian Dunia, di Desa Plajan Kecamatan Pakis Aji, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.(*)Editor:Nas

Baca Lainnya

Bupati Subandi Tinjau SDN Sidokepung yang Atapnya Ambruk, Pemkab Siapkan Solusi Cepat dan Jangka Panjang

18 April 2026 - 18:46

Wabup Sidoarjo Resmikan SPPG Desa Prasung, Dorong Layanan Gizi Terintegrasi dan Ekonomi Lokal

16 April 2026 - 19:48

Di Balik Terangnya Listrik, Gerak Senyap Tim ULTG Angke Tuntaskan Reklamasi SF6 di GI Angke

16 April 2026 - 18:49

Ketua DPRD Jepara: Retreat Akmil Jadi Kunci Sinkronisasi Kebijakan Pusat dan Daerah

16 April 2026 - 17:23

News Trending DAERAH