DEPOK, transnews.co.id — Pemerintah Kota Depok terus memperkuat sinergi dengan berbagai elemen masyarakat dalam upaya melestarikan sejarah lokal sekaligus memajukan sektor pendidikan.
Langkah ini ditandai dengan hadirnya pemerintah dalam Festival Heritage Depok Lama, sekaligus peresmian fasilitas baru di kawasan cagar budaya yang dikelola oleh Yayasan Lembaga Cornelis Chastelein (YLCC).
”Hari ini kita launching tadi Mini Historical Studio yang digagas oleh teman-teman pengurus YLCC. Kemarin kita juga sudah berkolaborasi dengan YLCC, termasuk di dalamnya hadirnya Sekolah SMP Kasih, yang juga menjadi bagian dari semangat pemerintah hadir sebagai sekolah swasta gratis yang dibiayai oleh pemerintah,” ujar Supian Suri Wali Kota Depok pada Sabtu, (27/06/2026).
Supian Suri juga menekankan bahwa kehadiran pemerintah di tengah komunitas merupakan wujud nyata dari semangat gotong royong demi kemajuan warga Depok, khususnya dalam memastikan akses pendidikan yang merata.
”Mudah-mudahan kolaborasi yang terbangun ini, sekali lagi, semangat kebersamaan, semangat persaudaraan, semangat saling support, termasuk hadirnya pemerintah, hadir ini bersama kaum Depok, bersama warga Depok, untuk sama-sama kita berkontribusi,”
“Salah satunya di dunia pendidikan, kita bangun atau kita wujudkan kolaborasi ini sebagai sekolah yang memang di dalamnya, yang selama ini dikelola oleh Yayasan YLCC, SMP Kasih dan SMA Kasih,” lanjutnya.
Lebih lanjut, Wali Kota Depok juga mengatakan bahwa semangat untuk menjadikan kawasan heritage ini sebagai warisan sejarah sejati harus mengedepankan nilai edukasi dan pelestarian, bukan sekadar keuntungan jangka pendek.
”Semangatnya ke sana. Tetapi memang sekali lagi, semangat awalnya lebih kepada bagaimana kita mewariskan sejarah ini,”
“Bukan pada orientasi pragmatis. Kalau itu menjadi bagian yang kebaikan dengan lahirnya kita mewujudkan, merawat heritage, itu menjadi bagian yang nilai tambah buat saya,” tambahnya.
Di tempat yang sama, Anggota DPR RI, Ir. H. Nuroji, M.Si., menyampaikan pandangannya mengenai keunikan kawasan sejarah di Depok.
Ia berharap agar komunitas yang ada saat ini tetap menjaga soliditas, mengingat keberadaan komunitas asli yang merawat kawasan heritage terbilang sangat langka.
”Kaum Depok ini harus menjaga tetap solid komunitasnya. Karena jarang loh heritage yang komunitasnya masih ada,” tutur Nuroji.
Anggota legislatif tersebut juga mendorong agar aset-aset sejarah yang dimiliki tidak hanya sekadar dirawat, tetapi juga dioptimalkan agar mampu memberikan dampak ekonomi yang positif bagi masyarakat setempat, dengan dukungan berkelanjutan dari pemerintah daerah.
”Jadi tolong ini asetnya yayasan atau komunitas dijadikan modal untuk pembangunan ekonomi komunitas pastinya, buat kesejahteraan komunitas,”
“Kemudian Pemda punya efek dan punya kontribusi untuk membantu membangun, walaupun belum bisa membangun seluruhnya,” pungkas Nuroji.












