Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

DAERAH

Bupati Sidoarjo Pastikan Tidak Ada Makelar Jabatan di Pemkab Sidoarjo

LOGOS TNbadge-check


					Bupati Sidoarjo Pastikan Tidak Ada Makelar Jabatan di Pemkab Sidoarjo Perbesar

SIDOARJO, transnews.co.id – Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor memastikan, keputusan promosi jabatan murni karena kecakapan dan kredibilitas Pegawai Negeri Sipil (PNS) dalam bekerja. Rekam jejak kinerja menjadi acuan utama dalam menilai kelayakan untuk di promosikan.

Untuk itu, Ia mengingatkan kepada para PNS dan masyarakat agar tidak percaya bila ada orang yang mengaku bisa melobi bupati dan mempromosikan jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo.

Pernyataan tersebut disampaikan Bupati Gus Muhdlor usai bertemu dengan Walikota Surabaya dan Bupati Gresik pada rapat Surabaya Raya, Senin, (6/9/2021).

Bupati juga mempersilahkan pada masyarakat untuk melapor ke pihak berwajib, bila menemui orang yang mengaku bisa membantu mutasi atau menjanjikan promosi.

“Silahkan laporkan kepada pihak berwajib, kalau ada oknum yang mengaku bisa membantu mutasi atau promosi jabatan,” katanya.

Masih menurut Gus Mudhlor, bahwa dirinya bukanlah tipikal pemimpin yang ABS (Asal Bapak Senang).

“Salah kalau menilai saya itu suka orang ABS. Tidak ada. Saya ingin Sidoarjo ini diisi orang – orang yang kompeten dan amanah,” tegasnya.

Maraknya praktik jual beli jabatan menjadi perhatian serius Gus Muhdlor. Dirinya menginginkan Sidoarjo bersih dari praktik kotor tersebut. Karena menurutnya, untuk mendapatkan pegawai yang kompeten maka harus bersih dari praktik suap jabatan.Ini bagian dari reformasi birokrasi, kata Gus Muhdlor.

Bupati Gus Muhdlor juga mewanti – wanti jangan sampai ada yang percaya bisa memuluskan karir hanya karena mengaku dekat dengan bupati dan bisa melobi. Ia menjamin itu tidak akan terjadi.

Ia juga memastikan untuk posisi eselon II atau setingkat Kepala OPD akan dilakukan seleksi terbuka. Publik bisa memantau.

“Saya pastikan tidak ada makelar jabatan dalam menentukan formasi jabatan. Seleksi dilakukan terbuka dan siapapun bisa ikut mendaftar,” tandasnya. HD

Baca Lainnya

Atasi Lonjakan Distribusi Barang, Peneliti UPER Raih Pendanaan RIIM KI untuk Kembangkan Kendaraan Otonom Logistik

20 Maret 2026 - 10:57

Dugaan Oknum TNI Terlibat Penyiraman Air Keras, BEM PSI: Jangan Lindungi Pelaku!

19 Maret 2026 - 18:52

Gubernur Khofifah Siagakan OPD Hadapi Mudik Lebaran 2026, WFA Diterapkan Tanpa Ganggu Layanan Publik

18 Maret 2026 - 20:02

Pemkab Sidoarjo Berangkatkan 1.400 Pemudik Gratis, Siapkan 28 Bus ke 5 Rute Favorit

18 Maret 2026 - 20:00

News Trending DAERAH