Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

DAERAH

Banjir Rob Landa Pesisir Selatan Pulau Kimaam, Warga Distrik Waan Terancam Krisis Pangan

LOGOS TNbadge-check


					Banjir Rob Landa Pesisir Selatan Pulau Kimaam, Warga Distrik Waan Terancam Krisis Pangan Perbesar

Merauke, Transnews.co.id – Banjir rob yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia belum lama ini ternyata juga dialami masyarakat Kabupaten Merauke yang berada di pesisir Selatan Pulau Kimaam tepatnya di Distrik Waan. Akibat banjir rob ini, membuat masyarakat yang berjumlah sekitar lebih dari 6.000 jiwa tersebut terancam krisis pangan.

Pasalnya, tanaman pangan mereka berupa umbi-umbian yang menjadi bahan kebutuhan pokok siap panen rusak akibat terendam air laut.

Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Merauke Dominikus Ulukyanan, yang baru saja kembali melakukan reses dari wilayah tersebut saat dihubungi media ini Sabtu (11/12/2021) mengungkapkan, banjir rob yang terjadi sejak 6 Desember tersebut lebih cepat dari perkiraan masyarakat selama ini, sehingga tanaman umbi-umbian yang menjadi persediaan bahan kebutuhan pokok warga yang belum dipanen menjadi rusak.

‘’Setiap tahun banjir rob ini dialami masyarakat di pesisir pantai Selatan khususnya di Distrik Waan. Itu sudah menjadi langganan setiap tahunnya. Tapi, biasanya selama ini banjir rob terjadi sekitar bulan Februari. Tapi, tahun ini lebih cepat datang dari biasanya di luar perkiraan masyarakat, sehingga masyarakat belum sempat melakukan panen yang menjadi persediaan kebutuhan pokok untuk beberapa bulan ke depan, banjir rob sudah datang,’’ katanya.

Dominikus berharap musibah yang dialami masyarakat pada Desember ini tidak terjadi lagi pada Februari.

‘’Tapi kalau ini masih terjadi maka tentunya masyarakat bisa mengalami krisis panagan. Karena untuk mempersiapkan ini masyarakat butuh waktu sekitar 3 bulan lagi ke depan, karena harus tanam ubi lagi dan menunggu hasilnya,’’ terangnya.

Dia melanjutkan, yang dibutuhkan sekarang, bagaimana ada kapal atau pengusaha yang bisa datang ke sana membawa beras dan membeli ikan masyarakat. Karena di sana ikan sangat melimpah. Hanya pasarnya yang sangat terbatas.

‘’Kalau ada kapal yang ke sana membawa beras sekaligus membeli akan masyarakat itu lebih bagus lagi,’’ tandasnya.

Soal banjir rob ini, Dominikus Ulukyanan mengaku sudah sampaikan kepada Bupati Merauke Romanus Mbaraka, untuk diambil langkah-langkah penanganan terutama mengirim bantuan bahan makanan kepada masyarakat yang mengalami musibah banjir rob tersebut.

Banjir rob yang terjadi ini langsung mendapat respon dari masyarakat Merauke dengan menggelar aksi penggalangan dana bantuan peduli banjir rob Waan yang dimulai Minggu (12/12) kemarin. Aksi peduli ini dilakukan di sejumlah titik traffic light Merauke.

Baca Lainnya

Peringati Harjasda ke-67, Pemkab Sidoarjo Gelar Doa Bersama 1.000 Anak Yatim 

2 Februari 2026 - 20:38

Peringati Harjasda ke-67, Pemkab Sidoarjo Gelar Doa Bersama 1.000 Anak Yatim 

Ribuan Warga Jepara Padati Tradisi Baratan, Rayakan Nisfu Sya’ban Dengan Kirab Lampion

2 Februari 2026 - 11:30

LSM KPK-RI Mojokerto Gandeng LBH CCI Jatim Tingkatkan Akses Bantuan Hukum Masyarakat

2 Februari 2026 - 11:23

LSM KPK-RI Mojokerto Gandeng LBH CCI Jatim Tingkatkan Akses Bantuan Hukum Masyarakat

Polres Jepara Gelar Operasi Keselamatan Candi 2026, Tindak Tegas Pelanggaran Lalu Lintas

1 Februari 2026 - 14:28

Polres Jepara Gelar Operasi Keselamatan Candi 2026, Tindak Tegas Pelanggaran Lalu Lintas
News Trending DAERAH