Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

PENDIDIKAN

Kadisdik Aceh Lepas Tiga Mobile Training Unit Menuju 12 SMK

LOGOS TNbadge-check


					Kadisdik Aceh Lepas Tiga Mobile Training Unit Menuju 12 SMK Perbesar

Banda Aceh, Transnews.co.id – Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Aceh, Alhudri melepas tiga unit Mobile Training Unit (MTU) ke 12 SMK yang berada di berbagai kabupaten/kota di Aceh, Jumat (25/2/2022).

Acara pelepasan berlangsung di Home Base MTU Pango Raya, Banda Aceh. Turut disaksikan Kepala Bidang Pembinaan SMK Dinas Pendidikan Aceh, Asbaruddin.

Alhudri menyampaikan, MTU merupakan salah satu program unggulan Dinas Pendidikan Aceh dalam rangka meningkatkan penyerapan lulusan sekolah vokasi agar dapat menjadi tenaga kerja handal sesuai dengan kebutuhan industri.

“Lulusan SMK dapat langsung bekerja, melanjutkan ke perguruan tinggi atau berwirausaha,” kata Kadisdik.

Ia menuturkan, peran SMK sangat dibutuhkan oleh Pemerintah Aceh dalam upaya menekan angka pengangguran, sementara Dinas Pendidikan Aceh sedang berusaha merealisasikan program link and match.

Program link and match ini dibuat untuk mensinergikan antara pendidikan SMK dengan dunia usaha dunia industri dan dunia kerja (dudika), guna meningkatkan lulusan SMK yang mandiri.

“Dinas Pendidikan aceh menargetkan lulusan pendidikan SMK tidak hanya dapat bekerja tapi juga berbisnis dengan membuka usaha sesuai dengan kompetensi atau keahliannya,” kata Alhudri.

Lewat program link and match, Alhudri berharap semoga tidak ada lagi stigma bahwa lulusan sekolah vokasi akan menjadi pengangguran melainkan dapat menjadi tenaga ahli dan memiliki kompetensi yang dibutuhkan oleh dunia industri.

Kepala Bidang Pembinaan SMK Dinas Pendidikan Aceh, Dr. Asbaruddin, M.Eng mengatakan bahwa kegiatan MTU ini diikuti oleh 12 SMK pelaksana dan beberapa sekolah peserta dengan jumlah siswa keseluruhan mencapai 720 orang.

Setiap MTU turut membawa sejumlah instruktur yang akan melatih dan melayani para siswa SMK di daerah.

Untuk MTU 1 akan melatih SMKN 2 Bener Meriah, SMKN 1 Bireuen, SMKN 2 Simpang Kiri Kota Subulussalam, SMKN 4 Meulaboh Aceh Barat dengan kompetensi keahlian, bricklaying (pemasangan bata dan keramik), Plumbing (pemipaan air bersih dan air kotor), Cabinet Making (perabotan) dan Joinery (konstruksi kayu).

Untuk MTU 2 akan melatih SMKN 2 Takengon Aceh Tengah, SMKN 1 Langsa, SMKN 1 Darul Aman Aceh Timur, SMKN 1 Labuhan Haji Aceh Selatan. Adapun kompetensi yang akan dilatih teknologi informatika, teknologi komputer jaringan, multimedia dan elektronika komunikasi.

Sementara MTU 3 akan melatih SMKN 6 Lhokseumawe, SMKN 1 Seunuddon Aceh Utara, SMKN 3 Sigli Pidie, SMKN 1 Panga Aceh Jaya dengan kompetensi keahlian Teknik Kendaraan ringan, Teknik sepeda motor, Teknik pengelasan dan Teknik mesin perkapalan.

Baca Lainnya

Pembangunan Sekolah Rakyat Jatim 1 Dikebut, 287 Pekerja Diterjunkan

4 Maret 2026 - 22:42

Kominfo Jatim Gandeng Universitas Dinamika Surabaya, Genjot Talenta Digital dan Keamanan Informasi

3 Maret 2026 - 19:14

Mahasiswa UPER Tembus Top 5 Google Student Ambassador

27 Februari 2026 - 20:50

SDN Tulakan 1 Donorojo Perkuat Karakter Religius Melalui Gema Ramadhan

24 Februari 2026 - 21:15

News Trending DAERAH