Menu

Otomatis

KESEHATAN

Tingkatkan Kualitas Nakes, Kemenkes Buka Kelas Perawat Internasional

LOGOS TNbadge-check

Ilustrasi Perawat/Pixabay Perbesar

Ilustrasi Perawat/Pixabay

Jakarta, Transnews.co.id – Dalam rangka meningkatkan kualitas tenaga kesehatan Indonesia khususnya perawat, Kementerian Kesehatan melalui Direktorat Jenderal Tenaga Kesehatan (Ditjen Nakes) melakukan kerja sama dengan Jepang untuk membuka kelas perawat Internasional di Politeknik Kesehatan di bawah Kementerian Kesehatan.

Direktur Penyediaan Tenaga Kesehatan, Ditjen Nakes Kemenkes, dra. Oos Fatimah Rosyati, M.Kes mengatakan bagi perawat yang ingin bekerja di Jepang sebagai perawat Jepang (kangoshi) saat ini dilakukan melalui mekanisme G to G program IJEPA (Indonesia Japan Economic Partnership Agreement) dengan persyaratan memiliki pengalaman kerja 2 tahun dan mengikuti uji seleksi serta pelatihan bahasa di Indonesia selama 6 bulan dan di Jepang selama 6 bulan. Selama masa kontrak sebagai kandidat perawat, diberi kesempatan untuk mengikuti ujian nasional setiap tahunnya dan jika lulus akan memperoleh Registered Nurse Perawat di Jepang.

”Dari 3.351 orang perawat yang melamar bekerja di Jepang hanya 10% yang lulus dari tes. Program kelas internasional perawat Jepang ini akan sangat membantu perawat Indonesia untuk lebih meningkatkan kelulusannya saat mengikuti uji kompetensi di Jepang,” katanya saat pembukaan kunjungan delegasi Jepang ke Politeknik Kesehatan Kemenkes Jakarta III, di Bekasi, Rabu (6/4).

Selain sedikitnya pelamar yang lolos tes, kendala lainnya adalah pengalaman 2 tahun on-site clinical yang menjadi persyaratan pada kursus perawat EPA juga membuat persentase passing grade perawat turun dan akhirnya kurang banyak peminat.

Karena itu Kementerian Kesehatan akan membuka kelas perawat internasional bekerja sama dengan MedPA Fukuoka. MedPA merupakan institusi di Jepang yang menawarkan kerja sama untuk membuka kelas perawat internasional.

Kerja sama tersebut diharapkan bisa menghilangkan persyaratan 2 tahun pengalaman on-site clinical sehingga lulusan perawat Indonesia dapat langsung mengikuti EPA. Para calon perawat di kelas internasional nantinya akan kuliah selama 5 tahun dengan tambahan pendidikan program Bahasa dan keahlian perawat Jepang dari tingkat dasar hingga tingkat ahli.

President MedPA Fukuoka, Ishida Kanako bersama Toshiro Mizutani telah melakukan feasibility survey dan visitasi kelas perawat, laboratorium, dan beberapa fasilitas penunjang lainnya di Poltekkes Jakarta III. Direktur Poltekkes Jakarta III menyambut baik kerja sama ini dan akan menyiapkan sarana prasarana guna mendukung tenaga pengajar yang akan didatangkan dari Jepang oleh MedPA Fukuoka.

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Pantau Tower dari Jarak Jauh, PLN Perkuat Pengawasan Jaringan Transmisi Jelang Hari Kesaktian Pancasila

21 Sep 2026 - 11:33 WIB

Pantau Tower dari Jarak Jauh, PLN Perkuat Pengawasan Jaringan Transmisi Jelang Hari Kesaktian Pancasila

Menanam Kesadaran Sejak Dini, PLN Ajak Anak Peduli Keselamatan Listrik

18 Sep 2026 - 13:45 WIB

Menanam Kesadaran Sejak Dini, PLN Ajak Anak Peduli Keselamatan Listrik

Lebih dari 1.700 Mahasiswa Baru Dilantik, UPER Siapkan Talenta Strategis

14 Sep 2026 - 21:14 WIB

Lebih dari 1.700 Mahasiswa Baru Dilantik, UPER Siapkan Talenta Strategis

Cegah Kepanikan Megathrust, Pakar UPER Tekankan Pentingnya Literasi Informasi Bencana

14 Sep 2026 - 21:10 WIB

Cegah Kepanikan Megathrust, Pakar UPER Tekankan Pentingnya Literasi Informasi Bencana

Perkuat Kesiapsiagaan Masyarakat, PLN Hadirkan Program Desa Siaga Bencana

14 Sep 2026 - 11:43 WIB

Perkuat Kesiapsiagaan Masyarakat, PLN Hadirkan Program Desa Siaga Bencana

Jaga Keandalan Sistem Pasca Erupsi Gunung Anak Krakatau, PLN UPT Cilegon Pastikan Peralatan Kelistrikan Tetap Andal​

9 Sep 2026 - 15:28 WIB

Jaga Keandalan Sistem Pasca Erupsi Gunung Anak Krakatau, PLN UPT Cilegon Pastikan Peralatan Kelistrikan Tetap Andal​
Trending di EKBIS