Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

PERISTIWA

Nelayan Puger Berhasil Evakuasi Hiu Tutul Yang Terdampar di Pantai

LOGOS TNbadge-check


					Ikan Hiu tutul saat terdampar di bibir pantai Kecamatan Gumukmas Perbesar

Ikan Hiu tutul saat terdampar di bibir pantai Kecamatan Gumukmas

JEMBER, transnews.co.id – Seekor hiu tutul (Rhincodon typus) sepanjang 8 hingga 9 meter dengan berat diperkirakan mencapai satu ton ditemukan terdampar di pesisir Dusun Camplung Kobong, Desa Kepanjen, Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember, pada Senin ( 30-6-2025 )

Peristiwa ini pertama kali diketahui sekitar pukul 03.00 WIB oleh Ali, Ketua Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Putra Lestari, yang saat itu bersama sejumlah nelayan tengah bersiap melaut. Mereka mendapati hiu tutul tersebut dalam kondisi hidup, namun tidak mampu kembali ke laut.

Menyadari bahwa hiu tutul merupakan satwa laut yang dilindungi, para nelayan segera menghubungi Dinas Perikanan Kabupaten Jember. Tak lama berselang, proses evakuasi dimulai dengan melibatkan perahu jenis payang milik nelayan dari Puger.

Nelayan Puger Saat berhasil menarik ikan Hiu tutul kembali ke laut

Nelayan Puger Saat berhasil menarik ikan Hiu tutul kembali ke laut

Sekitar pukul 05.30 WIB, upaya penyelamatan berhasil dilakukan dengan cara menarik hiu ke perairan yang lebih dalam menggunakan perahu nelayan. Berkat koordinasi cepat dan kerja sama antara masyarakat, Pokmaswas, dan instansi terkait, evakuasi berlangsung lancar tanpa kendala berarti.

Rio, perwakilan dari Dinas Perikanan Jember, menyampaikan bahwa pihaknya langsung berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Direktorat Polisi Air dan Udara (Polairud), serta Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar untuk penanganan lanjutan.

“Ini adalah bentuk kesigapan luar biasa dari nelayan dan masyarakat pesisir dalam menjaga kelestarian satwa laut yang dilindungi,” ujar Rio.

Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya sinergi antara masyarakat, nelayan, dan instansi pemerintah dalam menjaga ekosistem laut, terutama bagi keberlangsungan hidup spesies langka seperti hiu tutul

Baca Lainnya

Hari Raya Idul Fitri, Bupati Subandi Ajak Warga Sidoarjo Perkuat Silaturahmi dan Saling Memaafkan

21 Maret 2026 - 21:51

Konflik Timur Tengah Memanas, BP3MI Jatim Siagakan Satgas 24 Jam dan Antisipasi Lonjakan Kepulangan PMI

21 Maret 2026 - 21:46

Pastikan Arus Mudik Aman dan Terkendali, Bupati Bersama Forkopimda Sidoarjo Sidak Pos Pengamanan Malam Idul Fitri

21 Maret 2026 - 21:42

Atasi Lonjakan Distribusi Barang, Peneliti UPER Raih Pendanaan RIIM KI untuk Kembangkan Kendaraan Otonom Logistik

20 Maret 2026 - 10:57

News Trending PENDIDIKAN