JEPARA, transnews.co.id – Minat investor Penanaman Modal Asing (PMA) untuk berinvestasi di Kabupaten Jepara terus menunjukkan tren positif pada semester pertama 2026. Sejumlah perusahaan telah memulai pembangunan pabrik dan bersiap beroperasi, baik di fasilitas milik sendiri maupun bangunan sewa.
Kepala Dinas Koperasi, UKM, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Diskopukmnakertrans) Kabupaten Jepara, Zamroni Lestiaza, mengatakan masih ada beberapa perusahaan baru yang sedang mengurus perizinan sebelum memulai operasional di Jepara.
Di sisi lain, Zamroni menjelaskan PT Samwon mengalami kerugian dalam lima tahun terakhir sejak pandemi Covid-19 akibat berkurangnya pesanan dari sejumlah pembeli, bahkan sebagian di antaranya menghentikan kerja sama. Kondisi tersebut berdampak pada pengurangan tenaga kerja.

Menurutnya, perlambatan industri juga dipengaruhi kondisi ekonomi global, terutama kenaikan harga bahan baku impor dan menguatnya nilai tukar dolar AS yang membebani industri padat karya.
“Meski demikian, Jepara tetap menjadi tujuan investasi. Saat ini sejumlah perusahaan PMA sedang dalam proses pembangunan dan pengurusan perizinan di beberapa wilayah,” ujarnya.
Selain mendorong investasi, Pemerintah Kabupaten Jepara juga terus mengembangkan sektor UMKM melalui program UMKM Naik Kelas. Pembinaan difokuskan pada peningkatan omzet, inovasi produk, kualitas kemasan, manajemen keuangan, hingga pemasaran digital.
Diskopukmnakertrans juga melaksanakan berbagai pelatihan, seperti digital marketing, content creator, inovasi produk, serta packaging. Tahun 2026, pemerintah untuk pertama kalinya mengalokasikan APBD guna mendukung program inkubasi bisnis bagi 30 pelaku UMKM terpilih.
Program pendampingan tersebut berlangsung selama enam hingga tujuh bulan, meliputi workshop, benchmarking, dan studi lapangan sebagai upaya mencetak UMKM yang lebih kompetitif dan mampu naik kelas.












Komentar ditutup.