Depok, Transnews.co.id – PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Barat (UIT JBB) berhasil memulihkan 100 persen pasokan listrik pelanggan yang terdampak gangguan di sebagian wilayah Jakarta Selatan dan Tangerang pada Senin (3/8) pagi. Pasokan listrik mulai kembali menyala secara bertahap hanya dalam waktu 16 menit setelah gangguan terjadi dan seluruh wilayah terdampak telah kembali normal pada pukul 07.00 WIB.
Kecepatan pemulihan tersebut tidak terlepas dari respons cepat personel PLN di lapangan serta berfungsinya sistem proteksi otomatis (defense scheme) yang bekerja sesuai desain untuk melokalisasi gangguan. Sistem tersebut berperan penting dalam membatasi dampak gangguan sehingga tidak berkembang dan mengganggu sistem kelistrikan yang lebih luas di wilayah Jakarta dan sekitarnya.
Gangguan terdeteksi pada pukul 04.59 WIB di Gardu Induk (GI) Gandul 150 kV, tepatnya pada Pemutus Tenaga (PMT) 150 kV arah Cirendeu. Kondisi tersebut berdampak pada terganggunya operasi Inter Bus Transformer (IBT) 500/150 kV Unit 1 dan Unit 2 di gardu induk yang sama.
Sebagai bagian dari pengamanan sistem, skema proteksi PLN bekerja sesuai desain dengan melepaskan beban kelistrikan sebesar 351 Megawatt (MW). Mekanisme ini dilakukan untuk menjaga stabilitas sistem sekaligus mencegah gangguan meluas ke bagian jaringan lainnya.
Keseriusan PLN dalam menangani gangguan ditunjukkan dengan turun langsungnya Direktur Transmisi dan Perencanaan Sistem PT PLN (Persero), Daniel K. F. Tampubolon, untuk memimpin proses pemulihan pasokan listrik. Di bawah koordinasi langsung manajemen PLN, puluhan personel dari berbagai Unit Pelaksana Transmisi (UPT) bergerak cepat melakukan pengamanan aset, penelusuran gangguan, penataan sistem, hingga mobilisasi material yang dibutuhkan untuk mempercepat proses pemulihan.
Hasilnya, pasokan listrik kepada seluruh pelanggan di wilayah terdampak berhasil dipulihkan 100 persen pada pukul 07.00 WIB.
Direktur Transmisi dan Perencanaan Sistem PT PLN (Persero), Daniel K. F. Tampubolon, menegaskan bahwa kecepatan pemulihan merupakan hasil dari kesiapan sistem proteksi, keandalan infrastruktur, serta respons cepat personel PLN dalam menghadapi gangguan.
“Sistem proteksi otomatis kita bekerja sesuai desain untuk melokalisasi gangguan sehingga dampaknya tidak meluas. Setelah itu, tim langsung bergerak melakukan penormalan dan memastikan pasokan listrik kepada pelanggan dapat segera dipulihkan. Keberhasilan pemulihan ini menunjukkan bahwa kesiapan sistem dan kesiagaan personel merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan dalam menjaga keandalan kelistrikan,” ujar Daniel.
Daniel menambahkan, PLN tidak hanya berfokus pada kecepatan mengembalikan pasokan listrik, tetapi juga memastikan sumber gangguan ditangani secara menyeluruh dan menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat ketahanan sistem.
“Bagi kami, pemulihan bukan hanya tentang seberapa cepat listrik kembali menyala. Yang lebih penting adalah memastikan sistem kembali dalam kondisi andal, sumber gangguan ditangani secara tuntas, dan setiap kejadian menjadi pembelajaran untuk meningkatkan resilience sistem transmisi ke depan,” tegas Daniel.
Sementara itu, General Manager PLN UIT JBB, Himmel Sihombing, memastikan pekerjaan teknis terus dilakukan meskipun pasokan listrik kepada pelanggan telah kembali normal pada pukul 07.00 WIB. Tim PLN melanjutkan penanganan pada sumber gangguan untuk memastikan kondisi aset dan sistem benar-benar aman serta siap beroperasi secara optimal.
“Ketika listrik pelanggan sudah kembali 100 persen, pekerjaan kami belum selesai. Tim tetap bekerja untuk memastikan sumber gangguan dapat ditangani secara tuntas. Perbaikan, penataan sistem, dan pengamanan aset terus kami lakukan tanpa henti, bahkan hingga dini hari, agar sistem tidak hanya kembali menyala, tetapi benar-benar kembali dalam kondisi yang andal dan tangguh,” ujar Himmel.
Himmel menegaskan bahwa PLN UIT JBB terus memperkuat kesiapan infrastruktur transmisi melalui pemeliharaan terencana, inspeksi berkala, penguatan sistem proteksi, serta peningkatan kesiapsiagaan personel.
“Kami menyadari bahwa jaringan transmisi merupakan tulang punggung sistem kelistrikan, khususnya untuk menopang kebutuhan masyarakat dan aktivitas ekonomi di wilayah Jakarta, Banten, dan sekitarnya. Karena itu, setiap gangguan kami tangani dengan prinsip cepat, tepat, aman, dan terukur. Evaluasi juga terus kami lakukan agar keandalan sistem semakin kuat dan kejadian serupa dapat dimitigasi dengan lebih baik,” tambah Himmel.
PLN memastikan evaluasi dan penanganan teknis terus dilakukan sebagai bagian dari komitmen perusahaan untuk meningkatkan keandalan sistem transmisi. Upaya tersebut menjadi bagian dari langkah berkelanjutan PLN dalam membangun sistem kelistrikan yang semakin andal, tangguh, adaptif, dan mampu pulih dengan cepat dalam menghadapi berbagai potensi gangguan.








Komentar ditutup.