SURABAYA, transnews.co.id — Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan Gunung Bromo semakin meluas. Hingga kini, area yang terbakar mencapai sekitar 899,38 hektare. Dari 34 titik api yang muncul sejak awal kejadian, masih terdapat dua titik yang belum berhasil dipadamkan.
Kondisi tersebut mendapat perhatian serius Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) RI Pratikno. Didampingi Kepala BNPB Letjen TNI Suhariyanto dan sejumlah pejabat terkait, Pratikno turun langsung meninjau penanganan Karhutla Bromo.
Sebelum menuju lokasi, rombongan melakukan pertemuan di Posko Karhutla Korem 083/Baladika Jaya. Dalam pertemuan tersebut dilaporkan bahwa titik api yang masih bertahan berada di kawasan Dingklik dan P30.
Pemadaman dilakukan melalui jalur darat dan udara. Selain mobil pemadam dan penanganan manual, BNPB mengerahkan tiga helikopter untuk melakukan water bombing, yakni PK-DAP, PK-DBM dan PK-DAN.
Hingga Selasa (11/8/2026), tiga helikopter telah melakukan 15 rit water bombing dengan total sekitar 37.000 liter air yang dijatuhkan ke titik kebakaran.
Namun, operasi udara masih menghadapi kendala. Cuaca berkabut serta kepulan asap tebal membuat jarak pandang pilot terbatas sehingga menghambat proses water bombing.
Menko PMK Pratikno meminta pemerintah daerah dan TNI memperkuat koordinasi serta memaksimalkan personel dan peralatan yang dimiliki. Menurutnya, penanganan di lapangan harus semakin dipimpin dan diperkuat oleh daerah.
“Saya kira koornya itu di daerah. Karena BNPB ini banyak sekali yang ditangani. Saya minta Pak Sekda dengan segenap jajarannya dan TNI untuk memaksimalkan perannya dalam penanganan ini,” ujar Pratikno dalam keterangan tertulis, Rabu (12/8/2026).
Kepala BNPB Letjen TNI Suhariyanto juga meminta strategi pemadaman diperkuat. Waktu menjadi perhatian karena armada helikopter yang saat ini digunakan di Bromo juga dibutuhkan untuk menangani Karhutla di daerah lain.
“Sebab helikopter yang dipakai di Bromo ini juga ditunggu di tempat lain. Karena kejadian Karhutla tidak hanya di Bromo,” tegasnya.
Sekdaprov Jatim Adhy Karyono memastikan Pemprov Jatim bersama seluruh unsur terkait akan mempercepat penanganan. Ia menargetkan hasil signifikan sudah terlihat dalam waktu dekat.
“Hari ini sudah memasuki hari ke-8 dari kejadian awal pada Senin lalu. Paling tidak, hari Jumat sudah harus ada hasil yang signifikan,” tegas Adhy.
Selain persoalan pemadaman, Pemprov Jatim juga menyiapkan langkah pemulihan setelah api berhasil dikendalikan. Rehabilitasi pipa-pipa air yang terdampak kebakaran menjadi salah satu perhatian, termasuk pemulihan aktivitas wisata Bromo yang ikut terdampak akibat penutupan kawasan.
Penanganan Karhutla Bromo kini melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNBTS, BPBD Jatim, TNI, relawan, hingga BPBD dan pemadam kebakaran dari sejumlah daerah seperti Surabaya, Mojokerto, Lumajang, Malang, Probolinggo dan Pasuruan.
Dengan luas kebakaran yang telah mendekati 900 hektare dan dua titik api yang masih aktif, pemerintah kini dituntut bergerak lebih cepat agar kebakaran tidak kembali meluas dan aktivitas masyarakat serta pariwisata Bromo dapat segera dipulihkan.












Komentar ditutup.