Banten, Transnews.co.id – PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Cilegon melalui Unit Layanan Transmisi dan Gardu Induk (ULTG) Rangkas bergerak cepat memastikan kondisi instalasi kelistrikan tetap aman dan andal pasca erupsi Gunung Anak Krakatau yang berpotensi membawa abu vulkanik ke wilayah sekitar.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya PLN menjaga keandalan pasokan listrik sekaligus memastikan pelayanan kepada pelanggan tetap berjalan optimal, khususnya di tengah kondisi Gunung Anak Krakatau yang berstatus Siaga Level III.
Tim Pemeliharaan Jaringan dan personel GIS Labuan melakukan pemeriksaan kondisi peralatan di GIS 150 kV PLTU Labuan. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan seluruh peralatan dalam kondisi baik dan siap mendukung penyaluran listrik.
Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari melihat kondisi fisik peralatan, memantau suhu peralatan, hingga menggunakan drone untuk melihat kondisi instalasi dari berbagai sisi. Langkah ini dilakukan untuk mengetahui lebih awal apabila terdapat perubahan atau gangguan pada peralatan, termasuk kemungkinan adanya abu vulkanik yang menempel pada instalasi.
General Manager PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Barat (UIT JBB), Himmel Sihombing, menegaskan bahwa PLN memberikan perhatian khusus terhadap potensi dampak abu vulkanik karena dapat memengaruhi kondisi peralatan kelistrikan yang berada di Gardu Induk.
“Abu vulkanik tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga dapat membahayakan peralatan yang berada di Gardu Induk. Karena itu, PLN mengambil langkah preventif dengan melakukan pemeriksaan dan pemantauan terhadap peralatan untuk memastikan keandalan pasokan listrik tetap terjaga. Dalam setiap kegiatan, kami juga memastikan aspek keselamatan, kesehatan kerja, dan lingkungan atau K3L menjadi prioritas agar seluruh personel dapat bekerja dengan aman,” ujar Himmel.
Manager UPT Cilegon, Eka Annisa Ambarani, menyampaikan bahwa kesiapsiagaan menjadi hal penting dalam menghadapi kondisi alam yang berpotensi berdampak pada sistem kelistrikan.
“Kami terus melakukan pemantauan dan pemeriksaan untuk memastikan seluruh peralatan dalam kondisi baik. Kesiapan personel juga terus kami perkuat sehingga apabila terjadi perubahan kondisi di lapangan, PLN dapat segera mengambil langkah yang diperlukan. Kami ingin memastikan keandalan listrik tetap terjaga dan pelayanan kepada pelanggan tidak terganggu,” ujarnya.
PLN UPT Cilegon akan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi instalasi, khususnya di wilayah yang berpotensi terdampak aktivitas Gunung Anak Krakatau. Langkah antisipasi ini dilakukan agar potensi gangguan dapat diketahui dan ditangani sedini mungkin.
Selain memastikan kondisi peralatan, PLN juga menempatkan keselamatan personel dan lingkungan kerja sebagai prioritas dalam setiap kegiatan. Seluruh pekerjaan dilakukan dengan memperhatikan kondisi di lapangan dan menerapkan prosedur K3L yang berlaku.
Melalui momentum Hari Pelanggan Nasional, PLN terus memperkuat komitmen untuk menghadirkan listrik yang aman, andal, dan berkelanjutan. Kesiapsiagaan menghadapi potensi dampak erupsi Gunung Anak Krakatau menjadi salah satu bentuk nyata PLN dalam memberikan pelayanan terbaik sekaligus menjaga keberlangsungan pasokan listrik bagi pelanggan.
Beyond Connection, Building Collaboration, PLN hadir tidak hanya melalui keandalan listrik, tetapi juga melalui kesiapsiagaan, kepedulian terhadap keselamatan, dan langkah preventif untuk memastikan kebutuhan pelanggan tetap terpenuhi dalam berbagai kondisi.








Komentar ditutup.