Banten, Transnews.co.id — Musim kemarau yang berlangsung panjang membuat kewaspadaan terhadap potensi kebakaran perlu ditingkatkan, termasuk di lingkungan instalasi ketenagalistrikan. Kondisi lingkungan yang kering dapat memperbesar risiko kebakaran, sehingga kesiapan sistem proteksi dan personel menjadi bagian penting dalam menjaga keselamatan serta kelangsungan operasional.
Mengantisipasi risiko tersebut, PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Barat (UIT JBB) melalui PLN UPT Cilegon, ULTG Rangkasbitung, memperkuat sistem proteksi kebakaran di Gardu Induk (GI) Bayah melalui kegiatan pelatihan, pengujian, dan pengoperasian awal (testing & commissioning) sistem hidran. Langkah ini dilakukan untuk memastikan sistem proteksi siap digunakan dalam menghadapi potensi keadaan darurat sekaligus melindungi aset ketenagalistrikan yang berperan penting dalam penyaluran listrik kepada pelanggan.
Kegiatan ini dilaksanakan melalui kolaborasi PLN UPT Cilegon ULTG Rangkasbitung bersama Konsorsium PT Cahaya Gemilang Sinergi Indonesia dan PT Delta Sinar Perkasa. Pengadaan dan pemasangan sistem hidran dilengkapi dengan pengujian fungsi serta pelatihan bagi personel agar kesiapan peralatan dan pemahaman terhadap prosedur keselamatan berjalan beriringan.
Manager PLN UPT Cilegon, Eka Annise Ambarani, menyampaikan bahwa penguatan proteksi kebakaran merupakan langkah preventif untuk mengurangi risiko gangguan di lingkungan instalasi ketenagalistrikan, terutama saat kondisi lingkungan membutuhkan kewaspadaan lebih tinggi.
“Melalui penguatan sistem hidran di GI Bayah, kami ingin memastikan bahwa peralatan proteksi kebakaran berfungsi dengan baik dan personel memahami langkah yang harus dilakukan ketika menghadapi kondisi darurat. Upaya pencegahan harus menjadi perhatian bersama, mulai dari mengenali potensi bahaya, menjaga lingkungan instalasi, hingga menjalankan setiap pekerjaan sesuai prosedur keselamatan,” ujarnya.
General Manager PLN UIT JBB, Himmel Sihombing, menegaskan bahwa kewaspadaan terhadap potensi kebakaran merupakan bagian dari tanggung jawab PLN dalam menjaga keselamatan kerja, kelestarian lingkungan, dan keandalan penyaluran tenaga listrik kepada pelanggan.
“Di tengah kondisi musim kemarau yang panjang, seluruh insan PLN harus semakin waspada terhadap potensi bahaya kebakaran di lingkungan instalasi ketenagalistrikan. Kewaspadaan ini harus diwujudkan melalui kepedulian menjaga lingkungan, kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP), serta kesiapan personel dan peralatan dalam menghadapi keadaan darurat. Sejalan dengan semangat Hari Listrik Nasional ke-81, mari terus memperkuat komitmen bersama untuk melindungi aset ketenagalistrikan dan menjaga keandalan penyaluran tenaga listrik kepada pelanggan,” tegas Himmel.
Dalam pelaksanaannya, testing & commissioning dilakukan untuk memastikan sistem hidran beserta komponen pendukungnya berfungsi sesuai persyaratan teknis yang berlaku. Sementara itu, pelatihan diberikan untuk meningkatkan pemahaman personel dalam mengenali potensi bahaya kebakaran, menggunakan sistem proteksi, serta melakukan penanganan awal sesuai prosedur keselamatan yang ditetapkan.
Memperingati Hari Listrik Nasional ke-81 pada 27 Oktober 2026, PLN UIT JBB terus memperkuat upaya preventif dan budaya keselamatan dalam pengelolaan infrastruktur ketenagalistrikan. Kesiapan peralatan, kedisiplinan personel, kepedulian terhadap lingkungan, dan kepatuhan terhadap SOP menjadi bagian penting dalam mengantisipasi potensi gangguan serta menjaga kontinuitas pasokan listrik bagi masyarakat.
Dengan semangat “Siaga Kebakaran, Sistem Andal, Operasional Terlindungi,” PLN UPT Cilegon berkomitmen meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi risiko kebakaran demi melindungi aset ketenagalistrikan dan mendukung penyaluran tenaga listrik yang aman dan andal.









Komentar ditutup.