Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

OPINI

Ada Broker Mafia Politik Bermain Api?

LOGOS TNbadge-check

Aparat Kepolisian Saat mengawal Unras. (Ist)

Ada Broker Mafia Politik Bermain Api?
Oleh : Arif Eko

Pusaran badai politik melanda jelang berakhirnya periode pertama Jokowi memimpin negeri ini. Seakan menjadi kado perpisahan dan penyambutan bagi Jokowi jelang detik-detik pengambilan sumpahnya sebagai Presiden di periode ke 2.

Gelombang itu kini menjadi api. Demo terjadi di mana-mana. Bahkan secara tak langsung, “demo terselubung” hadir di kala permintaan Menteri terbanyak datang dari dalam kubu sendiri. Hingga berlanjut kepada misi kemerdekaan Papua berselimut Rasisme. Berlanjut pula kepada penolakan pemimpin KPK dan UU KPK yang baru. “Puncaknya di kala RUU KUHP terbaru berserta turunannya membawa polemik”.

Buktinya hari ini,Senin 23 September 2019 terjadi banyak sekali demonstrasi yang dilakukan Mahasiswa. Dua kota besar menjadi ajang penyeruan suara penolakan. Ribuan mahasiswa berdemo di depan gedung DPR RI.

Di Yogyakarta tagar#Gejayan memanggil menjadi jargon bagi sekumpulan Mahasiswa. Pun di berbagai daerah lainnya dari Sabang sampai Merauke.

Sampai terjadi kebakaran dan kerusuhan di Wamena, Papua (23/09/19),hingga menimbulkan korban jiwa dan luka serta kerugian materi.

Boomerang, ucapan Ketua Umum Partai yang alih-alih sekedar guyon belaka, kini telah menjadi sasaran tembak para broker mafia politik. Dengan pandainya broker tersebut meniupkan berita kebohongan, bahwa Jokowi tidak mendukung KPK, Jokowi menyetujui RUU KUHP dengan cara menundanya. Padahal bisa saja “mata” Jokowi melihat ada yang tidak beres pada RUU KUHP tersebut.

Broker mafia politik yang bersembunyi di tempat gelap dan terang sekaligus itu, pun tak melupakan peran “Papua” untuk menekan Jokowi. Sampai-sampai ribuan mahasiswa asal Papua di luar Papua kembali pulang untuk mendukung referendum yang sedang digaungkan sekolompok pemecah belah.

Sungguh berat perjuangan Jokowi untuk mengalahkan dan membuat diam para broker mafia politik tersebut. Butuh dukungan dari segenap lapisan masyarakat yang peduli. Berhati-hatilah, jika terlena bisa jadi negeri ini akan dipimpin oleh sekolompok golongan serigala berbulu domba.

Tapi jika ditarik benang lurus ke belakang, lawan Jokowi tak lain hanyalah sebuah ormas bernama HTI yang telah dibubarkan berserta turunannya. Demi NKRI, waspadalah. (Penulis adalah Arief Eko, Kepala Perwakilan Media TransNews. Co. Id Prov Banten)

Baca Lainnya

Konflik Timur Tengah Memanas, BP3MI Jatim Siagakan Satgas 24 Jam dan Antisipasi Lonjakan Kepulangan PMI

21 Maret 2026 - 21:46

Pastikan Arus Mudik Aman dan Terkendali, Bupati Bersama Forkopimda Sidoarjo Sidak Pos Pengamanan Malam Idul Fitri

21 Maret 2026 - 21:42

Atasi Lonjakan Distribusi Barang, Peneliti UPER Raih Pendanaan RIIM KI untuk Kembangkan Kendaraan Otonom Logistik

20 Maret 2026 - 10:57

Dugaan Oknum TNI Terlibat Penyiraman Air Keras, BEM PSI: Jangan Lindungi Pelaku!

19 Maret 2026 - 18:52

News Trending HUKUM