Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

Situs Budaya Makam Sultan Sayyid Jamalul Alam Badrul Munir Jamalullail Harus Terjaga

LOGOS TNbadge-check

TN.ACEH l — Perwakilan Keluarga Sultan Sayyid Jamalul Alam Badrul Munir Jamalullail bersama Keuchik, para tokoh dan masyarakat Gampong Baru Banda Aceh mengunjungi Situs Cagar Budaya Makam Sultan Jamalul Alam Badrul Munir, Rabu 27 November 2019.

Kunjungan ini dilaksanakan sebagai lanjutan dari acara pertemuan bersama para tokoh Gampong Baru malam sebelumnya yang membahas upaya penyelamatan Situs Cagar Budaya Makam Sultan Jamalul Alam yang juga merupakan cucu dari Rasulullah SAW.

Cut Putri yang turut hadir sebagai perwakilan keluarga Sultan Jamalul Alam beserta rombongan cukup kaget karena melihat di lokasi bahwa pagar di sekeliling situs cagar budaya tersebut telah dirubuhkan dan dicabut oleh pihak tertentu dan tanpa ijin koordinasi dengan gampong.

BPCB (Balai Pelestarian Cagar Budaya) pun segera dihubungi dan tim BPCB segera tiba di lokasi. BPCB menyampaikan kepada Keuchik dan warga sekitar bahwa segala bentuk pembangunan apapun dalam area cagar budaya harus berkoordinasi terlebih dahulu dengan pihak BPCB agar kegiatan tidak merusak situs cagar budaya.

Terlihat bahwa dapur Warung Bakso Hendra Hendri yang beberapa hari lalu hangus dalam peristiwa kebakaran rupanya sekarang sudah dibangun kembali atap permanen. Padahal seperti diakui sendiri sebelumnya oleh pemilik Warung Bakso Hendra Hendri dalam rapat warga, bahwa dapur tersebut dibangun diatas tanah waqaf cagar budaya Poteu Jamaloy dan tanpa sertifikat.

Keuchik Gampong Baru pun dengan tegas meminta penghentian sementara segala macam pembangunan di sekitar area cagar budaya sampai ada kejelasan status tanah.

Cagar budaya Kompleks Makam keluarga Sultan Jamalul Alam yang dulu berada di area yang cukup luas kini penuh sesak dengan bagunan warga sehingga Makam Sultan Jamalul Alam kini berada dibelakang dan terjepit diantara toilet-toilet warga, sedangkan makam keluarga Sultan Jamalul Alam disekitarnya telah hilang ditimbun dibawah bangunan warga. Hal yang sangat menyedihkan seakan Aceh telah lupa dengan jasa-jasa mulia para ulama dan umara nya terdahulu.*** (Mawardi)

Baca Lainnya

Bupati Subandi Sosialisasi Perbup Baru, Anggaran Desa Jangan Disalahgunakan

5 Maret 2026 - 03:57

Pembangunan Sekolah Rakyat Jatim 1 Dikebut, 287 Pekerja Diterjunkan

4 Maret 2026 - 22:42

Rem Blong, Truk Box Tabrak 10 Kendaraan di Exit Tol Bawen

4 Maret 2026 - 14:59

Perumda Kahuripan Pastikan Layanan Air Bersih Selama Cuti Bersama Idul Fitri

4 Maret 2026 - 04:39

News Trending PERISTIWA