Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

DEPOK

Audiensi Dengan Kadisdik, KPPNFI Dapat Pesan Ini

Avatar photobadge-check


					Audiensi Dengan Kadisdik, KPPNFI Dapat Pesan Ini Perbesar

Depok, Transnews.co.id – Pendiri Komunitas Penggerak Pendidikan Non Formal Indonesia (KPPNFI), Joy mengutarakan fokus utama komunitasnya dalam membantu lembaga-lembaga non formal dalam bidang pendidikan.

Joy katakan, saat ini Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat atau PKBM masih perlu pembinaan serius, terutama tentang pengelolaan administrasi dan keuangan, dimana kedua aspek tersebut dianggap paling mendesak.

“Keterbatasan sumber daya manusia (SDM) sering kali menjadi kendala utama sehingga kedua aspek tersebut belum dikelola secara optimal di banyak lembaga,” kata Joy melalui keterangan resminya, Selasa (5/5/2026).

Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, Wahid Suryono memberikan apresiasi tinggi atas terbentuknya KPPNFI, dimana diinformasikan bahwa KPPNFI merupakan wadah aspirasi bagi para penggerak pendidikan non formal.

Wahid menekankan bahwa penguatan lembaga pendidikan non-formal, khususnya Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat harus dimulai dari akar pondasi manajerial.

“Pembentukan komunitas pada prinsipnya diperbolehkan dan merupakan langkah positif,” kata Wahid yang juga mantan Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Depok.

Wahid pada waktu bersamaan memberikan sambutan hangat dan dukungan terhadap inisiatif kolaboratif ini. Ia menekankan bahwa perbaikan manajemen institusi akan berdampak sistemik pada mutu pendidikan.

“Jika manajemen administrasi dan keuangan sudah tertata dengan baik, hal tersebut akan berbanding lurus dengan peningkatan kualitas kegiatan akademik dan keterampilan (skill), termasuk pemberdayaan di dalam lembaga,” jelasnya.

​Sebagai bentuk evaluasi serius terhadap mutu pendidikan, Wahid memaparkan rencana strategis untuk membandingkan hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) antara jalur pendidikan formal dan non-formal.

“Langkah ini saya rasa perlu diambil untuk memetakan efektivitas proses pembelajaran serta hasil belajar di kedua jalur tersebut secara objektif,” pungkas Wahid yang juga disambut antusias oleh Joy.

Diinformasikan, jajaran pengurus Komunitas Penggerak Pendidikan Non Formal Indonesia (KPPNFI) pada Selasa (5/5/2026) melakukan audiensi strategis dengan Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, Wahid Suryono, di Kantor Dinas Pendidikan Kota Depok, Jalan Margonda no 54.

Pertemuan tersebut bertujuan untuk menyelaraskan visi komunitas dengan kebijakan pemerintah daerah dalam meningkatkan mutu pendidikan non-formal.

Baca Lainnya

KONI Depok Apresiasi Komitmen Savero Hotel Dukung Suksenya Porprov Jabar

21 Mei 2026 - 15:04

Riset UPER: Hilirisasi Biodiesel Mampu Dongkrak PDB Riil Nasional hingga 1,45% di 2030

21 Mei 2026 - 03:08

Kodim Depok Ajak Insan Pers Perkuat Sinergi Jaga Kondusivitas

19 Mei 2026 - 19:15

PLN Peduli Hadirkan Program Scale Up UMKM, Pelaku Usaha Sawangan Makin Kompetitif

18 Mei 2026 - 20:35

News Trending DEPOK