Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

DEPOK

Makan Korban, Warga Depok Desak Pelaksana Galian Kabel yang Asal-asalan Bertanggungjawab

Avatar photobadge-check


					Makan Korban, Warga Depok Desak Pelaksana Galian Kabel yang Asal-asalan Bertanggungjawab Perbesar

Depok, Transnews.co.id – Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi Indonesia atau Apjatel kembali merusak hampir seluruh ruas jalan di Kota Depok.

Setelah dikelukan akibat rusaknya Jalan Kartini, Pancoran Mas oleh korban jatuh bernama Anton Sujarwo, kini keluhan serupa diutarakan warga Depok lainnya bernama Andi Tatang Supriyadi.

Andi yang merupakan Lawyer kondang di Kota Depok mengatakan sepanjang Jalan di Tapos rusak akibat galian kabel yang dilakukan Apjatel. Ia sebut, galian tersebut telah banyak memakan korban. Banyak pengendara terperosok karenanya.

“Galian kabel di sepanjang Jalan Tapos berlubang akibat pelaksana tidak profesional dalam bekerja. Sejumlah pengendara jadi korban akibat proyek asal-asalan tersebut,” kata Andi kepada wartawan, Minggu (28/12/2025).

Andi juga mengutarakan kekesalannya akibat bekas galian yang dibiarkan terbuka oleh pelaksana, sehingga mengakibatkan banyak korban dan menimbulkan bahaya yang sangat serius.

“Bekas galian dibiarkan terbuka, tidak dirapikan, bahkan tanpa penanda yang jelas. Ini sangat membahayakan masyarakat. Sudah banyak pengendara yang menjadi korban karena kendaraannya terjeblos,” ujar Andi Tatang

Selain lubang galian sambung Andi, terlihat pula gundukan karung berisi tanah yang masih berserakan di sepanjang jalur proyek. Kondisi ini mempersempit badan jalan dan semakin meningkatkan risiko kecelakaan, terutama pada malam hari dan saat hujan.

Menurutnya, lemahnya pengawasan terhadap pelaksana proyek menjadi persoalan utama. Ia meminta pihak terkait, baik kontraktor maupun instansi berwenang, segera bertanggung jawab dan melakukan perbaikan menyeluruh.

“Pak RT, RW, Lurah, Camat serta LPM dan Karang Taruna Tapos Jangan pura-pura tidak tau kondisi bekas galian sepanjang jalan raya tapos yang masih meninggalkan lubang dan karung bekas tanah galian yang tidak dirapihkan oleh para pekerja projek,” bebernya.

Ia mendesak agar proyek itu jangan sampai mengorbankan keselamatan warga. Kata Andi, pemerintah harus tegas, proyek seperti ini wajib mengutamakan keamanan dan kenyamanan masyarakat. Andi menerangkan bahwa warga sekitar berharap bekas galian segera ditutup dan jalan dikembalikan seperti semula agar aktivitas lalu lintas di Jalan Tapos kembali aman dan lancar.

Sebagian besar dikatakan Andi mendesak adanya evaluasi serius terhadap pelaksana proyek agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari. “Yang dapat setoran tutup mata dan kuping,” pungkasnya.

Baca Lainnya

Di Balik Terangnya Listrik, Gerak Senyap Tim ULTG Angke Tuntaskan Reklamasi SF6 di GI Angke

16 April 2026 - 18:49

Dari Pekarangan Sempit Jadi Sumber Pangan, Cerita Warga Kampung Tangguh Binaan PLN

15 April 2026 - 11:07

Gerak Cepat PLN, Kurang dari 1 Jam Listrik Kembali Normal di GI Angke

14 April 2026 - 14:41

Asasta Raih Golden Trophy Dalam Ajang TOP BUMD Awards 2026

14 April 2026 - 09:57

News Trending DEPOK