Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

PERISTIWA

Banyak Yang Tidak Diselesaikan: Program Bebenah Rumah di Kab Bekasi Minta Dievaluasi

LOGOS TNbadge-check


					Banyak Yang Tidak Diselesaikan: Program Bebenah Rumah di Kab Bekasi Minta Dievaluasi Perbesar

Yani, Fasilitator Program Bebenah Kab Bekasi.(Photo-Ysf)

Dedi LPM Desa Bojongsari Kedungwaringin Bekasi. (Photo-Ysf)

Bekasi,transnews.co.id-Pelaksanaan pekerjaan program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) di Desa Bojongsari Kedungwaringin Kabupaten Bekasi tahun 2020 belum diselesaikan.

Hal itu terungkap saat crew TransNews meninjau lokasi Rutilahu milik Kusnadi warga RT 4/4 Dusun II desa Bojongsari, Rabu (14/10/2020).

Hasil pantauan lapangan secara kasat mata pekerjaan tersebut belum selesai dan tidak sesuai dengan target Rutilahu Aladin (atap lantai dinding).Kemudian beberapa item pekerjaan seperti Septitank kamar mandi lantai mangkrak tidak dikerjakan.

Menurut Kusnadi saat dikonfirmasi pelaksanaan pembangunan rumahnya sekalipun lantai,kamar mandi, Septitank belum dikerjakan dan terlihat masih berantakan,namun kata fasilitator ibu Yani dan LPM Bapak Dedi dinyatakan sudah selesai pekerjaannya,”kata Kusnadi

Kusnadi dan istrinya merasa bingung untuk melanjutkan pekerjaan yang belum selesai biaya dari mana?

“Sedangkan biaya swadaya untuk mengcoper yang sudah dikeluarkan sebesar 4 juta rupiah pun diperolehnya hasil pinjaman dari seseorang belum dikembalikan,”tuturnya.

Ditempat terpisah Yani selaku fasilitator serta Dedi sebagai LPM Desa Bojongsari dalam penjelasannya kepada Tran News Rabu (14/10/2020) menjelaskan, pekerjaan rumah Kusnadi sudah selesai dikerjakan dengan biaya sesuai pagu dari pemerintah sebesar 20 juta,

“Rinciannya adalah 17.500.000 untuk pengadaan dan pembelian material yang 2500.000 untuk upah kerja tukang dan kenek,”kata Yani yang di iyakan Dedi.

Keterangan fasilitator dan Lpm direspon oleh tokoh masyarakat setempat yang berinisial X.

Dia mengatakan bahwa pelaksanaan pekerjaan pembangunan Rutilahu Desa Bojongsari ‘Bekasi Bedah Nata Rumah’ (bebenah) yang di Inisiator oleh bupati Kabupaten Bekasi dari anggaran APBD ll tahun 2020, pelaksanaan pekerjaannya patut dievaluasi,”pintanya.

Karena menurutnya dilokasi pekerjaan pembangunan tersebut memang terlihat belum selesai, terutama lantai masih amburadul. Kemudian kamar mandi dan septitank sudah dilakukan penggalian lubang, namun dibiarkan begitu saja.

“Sehingga dapat membahayakan manusia husunya anak kecil diluar pengetahuan orangtua nanti nyemplung dan dampak lainnya bisa menjadi sarang nyamuk, dan diduga penggunaan material kayu mempergunakan jenis kayu mirip jongjing,”ujarnya.

Masyarakat meminta pemerintah untuk tidak membuka peluang kepada masyarakat mencari utangan, apalagi dalam situasi covid 19.

Logikanya untuk Kusnadi dan masyarakat layak penerima bantuan rutilahu lainnya, yang berpenghasilan sangat minim bagaimana mana caranya masyarakat berjuang untuk mendapatkan pinjaman.

Yang lebih farahnya lagi, kalau pinjaman itu diperoleh dari rentenir bunga berbunga berpotensi rumah itu sebagai jaminan. Manakala tidak mampu bayar maka disita dan mengacu dalam ketentuan selama sebelum 5 tahun lewat tanah dan bangunan tersebut tidak boleh dijual.

“Yang jelas terkait pembiayaan diluar kemampuan masyarakat diminta agar dicover supaya masuk prediksi rumah layak huni yang sekarang seperti rumah Kusnadi belum dapat diketegorikan rumah layak huni,” ujarnya. (Ysf).Editor:Nas

Baca Lainnya

Proyek Sekolah Rakyat Jatim 3 di Kota Kediri Capai 84,9 Persen, Masuk Tahap Finishing

17 Juni 2026 - 14:07

Progres Sekolah Rakyat Jatim 4 di Trenggalek Capai 79 Persen, PT Nindya Karya Terapkan Tiga Shift Kerja

17 Juni 2026 - 13:56

​Jembatani Tradisi dan Modernitas, UKM Seni Budaya UT Bogor Sukses Gelar GORES FEST 2026

16 Juni 2026 - 16:52

Ofero Pamerkan Dua Calon Produk Baru, Monster Evo dan Carria 1 di Jakarta Fair 2026

16 Juni 2026 - 11:01

News Trending ENTERTAINMENT