Menu ✖

Otomatis

EKBIS

Wagub Jatim Emil Tegaskan KDMP Tidak Akan Gusur Koperasi Lama, Justru Perkuat Ekosistem Ekonomi Desa

Avatar photobadge-check

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak Perbesar

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak

SURABAYA, transnews.co.id – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak memastikan keberadaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) tidak akan menjadi ancaman bagi koperasi-koperasi lokal yang selama ini telah tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat.

Menurut Emil, KDMP hadir sebagai instrumen penguatan ekonomi desa yang dirancang untuk berkolaborasi dengan koperasi yang sudah ada, bukan menggantikannya. Karena itu, ia meminta masyarakat tidak khawatir terhadap munculnya program koperasi bentukan pemerintah tersebut.

“Kalau sudah ada koperasi duluan di sana, misalnya nelayan sudah punya koperasi untuk bikin es, ya itu dipadukan, bukan digantikan. Karena mereka sudah punya koperasi yang bagus. Begitu juga dengan peternak,” kata Emil saat ditemui di DPRD Jawa Timur, Senin (23/6/2026).

Emil menjelaskan, konsep utama KDMP adalah membangun ekosistem ekonomi yang saling terhubung dan memperkuat satu sama lain. Koperasi-koperasi yang telah berjalan dinilai memiliki pengalaman, jaringan usaha, dan basis anggota yang kuat sehingga perlu dirangkul dalam pengembangan KDMP.

Sebagai contoh, ia menyinggung keberhasilan program koperasi yang pernah dijalankan Kementerian Koperasi melalui Tora Sera di Pondok Pesantren Paiton. Program tersebut mampu mengagregasi berbagai produk unggulan desa dan menciptakan rantai pasok yang lebih luas.

“Fokus Kementerian Koperasi adalah membangun ekosistemnya. Bagaimana sebisa mungkin KDMP ini menjadi bagian dari ekosistem yang saling menguatkan dengan koperasi-koperasi yang sudah ada,” tegasnya.

Di Jawa Timur sendiri, Emil mengungkapkan banyak KDMP yang secara kelembagaan telah terbentuk dan siap memasuki tahap operasional.

Meski demikian, pelaksanaan penuh program tersebut masih menunggu arahan dan mekanisme resmi dari pemerintah pusat melalui Kementerian Koperasi dan Agrinas sebagai leading sector.

Karena itu, Pemprov Jatim terus melakukan pendampingan sekaligus koordinasi intensif dengan pemerintah pusat agar pengembangan KDMP berjalan selaras dengan potensi ekonomi yang dimiliki masing-masing daerah.

“Dinas Koperasi terus berkoordinasi secara intensif dengan Kementerian Koperasi untuk memastikan integrasi potensi lokal berjalan mulus. Kita ingin KDMP ini benar-benar memberi dampak ekonomi konkret bagi masyarakat,” ujarnya.

Saat ditanya mengenai jumlah KDMP yang sudah siap beroperasi penuh di Jawa Timur, Emil memilih tidak memberikan angka pasti.

Ia menilai data tersebut menjadi kewenangan pemerintah pusat untuk diumumkan secara resmi setelah proses persiapan selesai.

“Itu nanti biar disampaikan oleh pihak Kementerian Koperasi, karena ini masih dalam tahap setup. Tentu kita tahu bahwa butuh waktu untuk memastikan semuanya siap,” katanya.

Meski demikian, antusiasme masyarakat terhadap program tersebut mulai terlihat di sejumlah daerah. Emil menyebut beberapa desa bahkan telah melakukan berbagai inisiatif kreatif untuk mengenalkan KDMP kepada warga, mulai dari sosialisasi langsung hingga memanfaatkan kendaraan operasional yang dilengkapi pengeras suara keliling.

Menurutnya, langkah-langkah tersebut menunjukkan adanya semangat masyarakat untuk memahami dan memanfaatkan KDMP sebagai instrumen baru penggerak ekonomi desa.

“Yang terpenting sekarang adalah memastikan KDMP hadir sebagai penguat, bukan pesaing. Kalau ekosistemnya kuat, maka manfaat ekonominya akan dirasakan langsung oleh masyarakat desa,” pungkasnya.

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Infrastruktur Digital Jadi Sorotan, DPRD Situbondo Belajar ke Diskominfo Jatim

24 Sep 2026 - 21:13 WIB

Infrastruktur Digital Jadi Sorotan, DPRD Situbondo Belajar ke Diskominfo Jatim

Progres TPST Lamongan On Track Tembus 25 Persen, Kejar Target PHO Akhir Desember 2026

24 Sep 2026 - 21:11 WIB

Progres TPST Lamongan On Track Tembus 25 Persen, Kejar Target PHO Akhir Desember 2026

Warga Desak APH Turun Tangan Usut Dugaan Gudang Solar Ilegal di KSU, Sukmajaya Depok

24 Sep 2026 - 18:07 WIB

Warga Desak APH Turun Tangan Usut Dugaan Gudang Solar Ilegal di KSU, Sukmajaya Depok

Dari Lenong Betawi hingga Kontes Batu Akik, Ini Rangkaian Acara Milad KOOD Berbudaya ke-26

24 Sep 2026 - 15:20 WIB

Dari Lenong Betawi hingga Kontes Batu Akik, Ini Rangkaian Acara Milad KOOD Berbudaya ke-26

Tanggapi Isu Terkait Fasos Fasum, Kadiskominfo Depok Ingatkan Hak Berpendapat dan Peran APH

24 Sep 2026 - 11:33 WIB

Tanggapi Isu Terkait Fasos Fasum, Kadiskominfo Depok Ingatkan Hak Berpendapat dan Peran APH

Layanan Biskita Depok Tuai Kritik, Pengusaha Pertanyakan Transparansi Anggaran Rp19 Miliar

24 Sep 2026 - 10:46 WIB

Layanan Biskita Depok Tuai Kritik, Pengusaha Pertanyakan Transparansi Anggaran Rp19 Miliar
Trending di DEPOK