Menu ✖

Otomatis

DAERAH

Keracunan MBG Berulang, Pemprov Jatim Panggil Seluruh Pengelola SPPG dan Perketat Pengawasan

Avatar photobadge-check

Keracunan MBG Berulang, Pemprov Jatim Panggil Seluruh Pengelola SPPG dan Perketat Pengawasan Perbesar

SURABAYA, transnews.co.id – Insiden keracunan akibat konsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kembali terjadi di Jawa Timur memicu langkah tegas Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Pemprov Jatim akan memanggil seluruh pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mengevaluasi kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP) pengolahan makanan.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono, menyatakan insiden yang terjadi berulang kali menjadi perhatian serius karena menyangkut keselamatan peserta didik dan santri penerima manfaat program MBG.

“Sebagai pemerintah, ketika ini terjadi kesekian kalinya, tentu kami sangat prihatin,” ujar Adhy Karyono usai mengikuti Rapat Paripurna DPRD Jatim, Rabu (2/9/2026).

Menurut Adhy, meski pengawasan internal melalui Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) telah dilakukan, masih ditemukan celah yang berpotensi menimbulkan masalah serius. Karena itu, Pemprov Jatim tidak ingin hanya bertindak setelah insiden terjadi.

Tim Satuan Tugas (Satgas) MBG Jatim yang dipimpin Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak bersama tim ahli telah melakukan rapat konsolidasi untuk mendalami kasus tersebut. Hasil penanganan kasus juga telah dilaporkan kepada Badan Gizi Nasional (BGN) untuk ditindaklanjuti.

Pemprov Jatim kini menunggu proses penyidikan untuk mengetahui secara pasti penyebab keracunan. Di sisi lain, evaluasi terhadap operasional dapur SPPG akan dilakukan secara menyeluruh.

“Langkah pertama setelah konsolidasi adalah memanggil seluruh pengelola dapur SPPG. Kita ingin memastikan kembali apakah aturan dan SOP pengolahan masakan sudah ditaati penuh atau belum,” tegas Adhy.

Pemprov Jatim juga memastikan pengawasan tidak berhenti pada pemberian sanksi setelah terjadi insiden. Pemeriksaan terhadap kondisi dapur, proses pengolahan, hingga kepatuhan terhadap SOP akan diperketat dan dilakukan secara berkala.

Langkah tersebut diambil setelah kasus terbaru terjadi di Pondok Pesantren Mambaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo. Sebanyak 566 santri dan siswa dilaporkan mengalami mual, muntah, dan pusing setelah mengonsumsi menu MBG dari SPPG Kalitengah, Sidoarjo.

Para korban kemudian dilarikan ke sejumlah rumah sakit dan fasilitas kesehatan di wilayah Sidoarjo untuk mendapatkan penanganan.

Berulangnya kasus tersebut kini menjadi alarm keras bagi pelaksanaan program MBG di Jawa Timur. Pemprov Jatim menegaskan tidak akan memberi ruang bagi kelalaian dalam pengelolaan makanan yang dikonsumsi ribuan peserta didik dan santri.

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Suplai PDAM Menurun, PMI Blitar Glontorkan 12 Ribu Liter Air ke Puskesmas Wonotirto 

6 Okt 2026 - 18:11 WIB

Suplai PDAM Menurun, PMI Blitar Glontorkan 12 Ribu Liter Air ke Puskesmas Wonotirto 

Proyek Jembatan Candinegoro Molor 9,94 Persen, Bupati Subandi Paksa Kontraktor Kerja 24 Jam

6 Okt 2026 - 18:09 WIB

Proyek Jembatan Candinegoro Molor 9,94 Persen, Bupati Subandi Paksa Kontraktor Kerja 24 Jam

Sekda Kota Depok Puji Capaian Roidah A’isyi Shofwah di Adujaknas 2026

5 Okt 2026 - 14:48 WIB

Sekda Kota Depok Puji Capaian Roidah A’isyi Shofwah di Adujaknas 2026

Bupati Subandi Minta Pelebaran Jalan Simpang Polsek Jabon Segera Dikerjakan

4 Okt 2026 - 17:23 WIB

Bupati Subandi Minta Pelebaran Jalan Simpang Polsek Jabon Segera Dikerjakan

Bupati Subandi Blusukan ke Jabon, Perbaiki RTLH dan Serahkan Bantuan 

3 Okt 2026 - 17:07 WIB

Bupati Subandi Blusukan ke Jabon, Perbaiki RTLH dan Serahkan Bantuan 

Progres Pembangunan Pasar Kesamben Blitar Capai 65,27 Persen, Menunjukkan Perkembangan Positif

2 Okt 2026 - 21:51 WIB

Progres Pembangunan Pasar Kesamben Blitar Capai 65,27 Persen, Menunjukkan Perkembangan Positif
Trending di DAERAH