Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

DAERAH

Bermula dari Iseng, Tape Crispy GHL Kini Rambah Alfamart

LOGOS TNbadge-check


					Bermula dari Iseng, Tape Crispy GHL Kini Rambah Alfamart Perbesar

BONDOWOSO, transnews.co.id – Berawal dari iseng dan coba-coba membuat tape crispy, akhirnya Nurul Hidayati pemilik produk ‘Tape Crispy GeHaEl (GHL’)’ Kabupaten Bondowoso, kewalahan melayani pesanan.

Produksi tape crispy Nurul sudah terpajang di gerai-gerai Alfamart se-Bondiwoso. Dan melengkapi rak yang menjadi tempat oleh oleh khas Bondowoso.

“Saya mengawali membuat tape crispy pada Februari 2022. Baru mengawali, sebulan kemudian tepatnya Maret, terjadi pandemi Covid-19,” kata Nurul di toko Alfamart Nangkaan Bondowoso, pada Jumat (17/3 /2023).

Nurul yang memiliki basick keilmuan di bidang apoteker mengawali usaha tape crispy berawal.saat ke Kota Malang melihat kripik tape yang dijual di sebuah pusat oleh-oleh.

Darisitu kemudian muncul ide untuk membuat tape crispy yang saat ini menjadi brand miliknya dan telah berkembang pesat.

“Bondowoso kan terkenal sebagai sentra tape, akhirnya saya membuat tape crispy setelah sebelumnya melakukan ATM (Amati, Tiru, Modifikasi),” tambah dia.

Akhirnya setelah melakukan ATM Nurul mengemas produknya terlihat eye catching dibanding keripik tape yang dilihatnya yang hanya dibungkus alumunium foil dan ditempel stiker.

Selain itu produk tape crispy miliknya juga dibuat dalam empat varian rasa yakni original, coklat, keju dan pedas. Sementara keripik tape yang mengilhami dia hanya dibuat dalam satu varian rasa yakni original.

“Awal produksi cuma 100 pcs, kemudian saya posting di sosmed, dan tanpa disangka langsung laku,” sebutnya.

Darisitulah akhirnya produksi tape crispy GHL milik Nurul terus meningkat, dari semula yang kapasitan mesin produksi hanya 5 kg per hari meningkat menjadi 30.kg per hari.

Kini kapasitas produksi per hari sudah mencapai 300 pcs. Dengan didukung oleh tujuh orang karyawan.

“Alhamdulillah tape crispy GHL sudah merambah di toko-toko Alfamart di Kabupaten Bondowoso, semula hanya empat toko dan sekarang sudah hmpir 30 toko,” tutup Nurul.

Produk tape crispy GHL kini tidak hanya bisa dijumpai.di toko-toko Alfamart di Bondowoso, namun juga di sejumlah pusat oleh-oleh yang ada di Kota Malang atau Kota Batu, (Irfak).

Baca Lainnya

Wabup Sidoarjo Resmikan SPPG Desa Prasung, Dorong Layanan Gizi Terintegrasi dan Ekonomi Lokal

16 April 2026 - 19:48

Di Balik Terangnya Listrik, Gerak Senyap Tim ULTG Angke Tuntaskan Reklamasi SF6 di GI Angke

16 April 2026 - 18:49

Ketua DPRD Jepara: Retreat Akmil Jadi Kunci Sinkronisasi Kebijakan Pusat dan Daerah

16 April 2026 - 17:23

Gebrakan Tahun Ketiga, IMAC Film Festival Kini Bertransformasi Jadi Ajang Internasional

16 April 2026 - 15:29

News Trending ENTERTAINMENT