Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

NASIONAL

Bersama BNPB Wali Nanggroe Bicarakan Masa Depan Aceh

LOGOS TNbadge-check

T.N.JAKARTA l — Wali Nanggroe Aceh Tgk Malik Mahmud Al-Haythar melakukan pertemuan dengan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana RI, Letnan Jendral TNI Doni Monardo, Selasa, 25 Juni 2019.

“Kedatangan Paduka Yang Mulia (PYM) Tgk Malik Mahmud, selain untuk bersilaturahmi hari raya idul fitri, juga membicarakan berbagai masalah Aceh baik masa kini dan masa depan,” ujar Kepala BNPB, Doni Monardo.

Kepada Wali Nanggroe, kepala BNPB menjelaskan pentingnya pengetahuan masyarakat Aceh terkait kontijensi dan ancaman bencana. Dia mencontohkan bahwa dulu, pada tahun 1907 Aceh juga pernah mengalami gempa dan tsunami, dan kembali terjadi pada 2004 lalu.

“Diharapkan Pemerintah Aceh memiliki data sebagai pembelajaran, kenali ancaman bencananya, dan menyiapkan strategi penanganan bencana. Selain itu, masyarakat juga harus mendapatkan edukasi yang didapatkan dari pemerintah,” jelas dia.

 

Hal itu, lanjut dia, adalah kewajiban pemerintah Aceh untuk melayani publik. Sehingga, ke depannya penanggulangan bencana tidak selalu harus bergantung kepada pemerintah pusat.

“Edukasi bencana sebagai upaya menanam dan membangun semangat tangguh dari bencana, peduli lingkungan dan ekosistim, penyampain edukasi bencana dapat juga dilakukan dengan memamfaatkan media sosial,” jelas dia.

Kepala BNPB juga menyinggung pentingnya menumbuhkan berbagai industri di Aceh. Seperti Industri Tourism Ekologi, misalnya dan Green Industri Agriculture yang memiliki nilai profit bagi masyarakat, dan secara tidak langsung menumbuhkan kesadaran kepada masyarakat tentang pentingnya menanam pohon dan menjaga lingkungan.

Hal senada juga disampaikan PYM Tgk Malik Mahmud. Sebagai Wali Nanggroe, dia sangat peduli terhadap lingkungan hidup. Menurutnya, bencana alam terjadi dikarenakan manusia tidak menjaga dan merawat dengan baik keseimbang.

“Kita sepakat letak geografis Aceh sangat rawan bencana. Oleh sebab itu, perlu menjaga, menata, dan merawat keseimbangan lingkungan hidup dan alam ini,” jelas PYM Malik Mahmud.

Untuk itu, lanjut PYM Malik Mahmud, perlu kiranya ada keterlibatan ulama di Aceh terkait masalah lingkungan hidup dan ekosistem dengan mengajak masyarakat peduli terhadap hal tersebut.

“Direncanakan, dalam waktu dekat delegasi BNPB dan Kepala BNPB, Letnan Jendral TNI Doni Monardo akan berkunjung ke Aceh untuk bertemu Wali Nanggroe dan para Ulama, akademisi, dan stakeholder lainnya,” jelas dia.

Dalam pertemuan tersebut, hadir pula, Wakil Ketua KPA, H. Kamaruddin Abubakar (Abu Razak), dan Staf Khusus Wali Nanggroe, Dr M. Raviq.*** (PG)


Baca Lainnya

Perluas Layanan, RSUD KiSA Depok Siapkan Penambahan 50 Mesin Hemodialisa

30 April 2026 - 18:56

Kominfo Dorong Lapangan Sepak Bola Desa di Sidoarjo Jadi Ikon Sport Tourism dan Penggerak Ekonomi

30 April 2026 - 18:51

Progres PHTC Jatim 6 Capai 25,6 Persen, PHO Ditargetkan Awal Juli 2026

30 April 2026 - 18:48

Ketua DPRD Jepara Hadiri Pameran TATAH: Komitmen Angkat Seni Ukir ke Pentas Nasional

30 April 2026 - 15:47

News Trending PERISTIWA