JATIM, transnews.co.id – Proyek rehabilitasi dan rekonstruksi madrasah dalam program PHTC (Program Hasil Terbaik Cepat) Jawa Timur 6 menunjukkan perkembangan positif meski masih mengalami deviasi minus tipis.
Memasuki minggu ke-19 pada akhir April 2026, capaian progres fisik proyek di lapangan tercatat sebesar 25,6 persen. Angka tersebut sedikit di bawah rencana kumulatif yang ditetapkan sebesar 26–26,7 persen.
Project Manager PT Rajendra Pratama Jaya, Fauzi, menjelaskan bahwa hingga Kamis (30/4/2026), progres pekerjaan telah mencapai sekitar 25,6 persen dengan deviasi minus sekitar 1,1 persen.

“Progres pekerjaan sudah mencapai 25,6 persen dengan deviasi minus tipis sekitar 1,1 persen,” ujarnya.
Sementara itu, penanggung jawab lapangan, Afi, memastikan bahwa pelaksanaan pekerjaan secara teknis berjalan lancar tanpa kendala berarti.
“Secara teknis, pekerjaan di lapangan berjalan lancar tanpa hambatan signifikan,” kata Afi, Rabu (29/4/2026).
Ia menambahkan, selisih capaian progres dengan rencana lebih disebabkan faktor administratif, terutama terkait perubahan atau addendum yang belum sepenuhnya tercatat dalam laporan progres.

Wartawan teansnews.co.id saat konfirmasi progres pekerjaan Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jawa Timur. Rabu (29/4/2026)
Di sisi lain, kesiapan material disebut tidak menjadi kendala. Seluruh kebutuhan material telah tersedia di gudang sehingga percepatan pekerjaan di lapangan dapat segera dilakukan.
Terkait serah terima pekerjaan atau Provisional Hand Over (PHO), Afi menyampaikan bahwa proses tersebut akan dilakukan secara parsial di setiap lokasi.
Langkah ini diambil agar bangunan yang telah rampung dapat segera dimanfaatkan untuk kegiatan belajar mengajar.
“Jika ada gedung yang selesai lebih dulu, akan langsung dilakukan PHO agar bisa segera digunakan,” jelasnya.
Meski dilakukan secara bertahap, target PHO keseluruhan proyek tetap dijadwalkan pada awal Juli 2026.
Untuk mempercepat progres, sekitar 30 tenaga kerja telah dikerahkan di lapangan, di luar tenaga staf. Jumlah tersebut masih berpotensi ditambah sesuai kebutuhan.
Adapun ruang lingkup pekerjaan proyek ini meliputi pekerjaan struktur, pembesian, pemasangan dinding dan lantai, pemasangan atap dengan rangka baja ringan dan penutup bitumen onduline, hingga pekerjaan finishing seperti pemasangan keramik dan pengecatan.
Dari sisi pengawasan, Manager Konsultan (MK), Reiza, memastikan seluruh pekerja telah mematuhi standar keselamatan kerja dengan menggunakan alat pelindung diri (APD) sesuai ketentuan.
Sementara itu, Emy dari bidang Sarana dan Prasarana (Sarpras) salah satu Madrasah Tsanawiyah penerima program menyampaikan apresiasi atas bantuan pemerintah melalui Kementerian PUPR dan Satker Prasarana Strategis Jawa Timur.
“Kami sangat bersyukur atas pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi sekolah ini,” ujarnya.
Ia berharap proyek ini dapat selesai tepat waktu, tepat mutu, dan tepat biaya sehingga mampu meningkatkan kenyamanan serta semangat belajar siswa.
Diketahui, proses tender proyek ini diikuti sekitar 73 perusahaan jasa konstruksi dalam negeri, dengan tujuh perusahaan lolos hingga tahap evaluasi akhir.
PT Rajendra Pratama Jaya kemudian ditetapkan sebagai pemenang dengan nilai kontrak sebesar Rp13 miliar untuk pengerjaan di empat kabupaten di Jawa Timur.
Dengan progres yang terus berjalan, proyek ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan, khususnya madrasah, di Jawa Timur.












