Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

DAERAH

Diduga Tidak Kantongi Izin, Mahasiswa Unjuk Rasa Tuntut PT PCI Hentikan Produksi

LOGOS TNbadge-check


					Diduga Tak Kantongi Izin, Mahasiswa Unjuk Rasa Tuntut PT PCI Hentikan Produksi Perbesar

Diduga Tak Kantongi Izin, Mahasiswa Unjuk Rasa Tuntut PT PCI Hentikan Produksi

JOMBANG, transnews.co.id – Puluhan mahasiswa Jombang yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Mahasiswa dan Masyarakat Tangguh (Samata) melakukan aksi demo di depan pabrik milik PT. Platinum Cemerlang Indonesia (PT. PCI) yang terletak di Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Kabupaten Jombang, Jawa timur. Senin 28/10/2024.

Puluhan mahasiswa tersebut, menuntut agar pabrik berhenti melakukan aktifitas operasi karena mencemari lingkungan dan tidak mengantongi izin.

Pantauan dilapangan, aksi tiba di lokasi sekitar pukul 10.30 WIB menggunakan beberapa kendaraan umum. Puluhan mahasiswa disambut dengan pengamanan ketat dari aparat kepolisian dan tenaga keamanan perusahaan. Namun mahasiswa tetap nekad melanjutkan aksi damai di bawah terik matahari yang menyengat.

Para demonstran tersebut, berorasi sambil membentangkan poster berisi tuntutan kepada PT PCI, seperti “PT PCI Jangan Kapitalisasi Tanah Kami,” “Kembalikan Air Kami,” hingga “Stop Membohongi Kami”.

Suhalif Hosaini, koordinator aksi dalam orasinya, menyoroti pelanggaran yang diduga dilakukan PT PCI, termasuk pembangunan pabrik tanpa Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan pengeboran air tanpa izin resmi.

Menurut Suhalif, tindakan perusahaan tersebut dinilai merugikan masyarakat sekitar, terutama karena tidak memperhatikan dampak lingkungan dan sosial.

“Kami melihat PT PCI mengabaikan aturan dan kepentingan masyarakat lokal. Tanpa kajian lingkungan dan sosial yang memadai, mereka terus memaksakan pembangunan dan pengeboran air,” tegas Suhalif kepada awak media.

Selain itu, para demonstran juga menyoroti lemahnya perhatian PT PCI terhadap keselamatan kerja. Sebelumnya, ada seorang pekerja konstruksi asal Pasuruan dilaporkan tewas setelah terjatuh dari ketinggian saat memasang atap pabrik
PT PCI. Hal ini menimbulkan kritik
tajam terkait standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang diterapkan perusahaan.

“Kami mendesak PT PCI untuk lebih memperhatikan keselamatan pekerja dan memberikan kesempatan kerja bagi warga setempat,” ujar Suhalif

Aktifis mahasiswa asal Unipdu Jombang mengancam jika dalam waktu 2 minggu pihak perusahaan tidak memberi penjelasan. Pihaknya akan melakukan aksi serupa dengan massa yang lebih banyak lagi.

“Jika tuntutan kami tidak diindahkan kami akan melalukan aksi kembali dengan jumlah yang lebih banyak. Kami akan meminta penjelasan dari pihak-pihak terkait di Pemkab Jombang juga,” ucapnya.

Sementara itu, Ragil sebagai Pelaksana Proyek dari PT PCI mengaku sudah melakukan mediasi dengan para pendemo dan juga sudah menyepakati beberapa poin tuntutan yang dilayangkan oleh masyarakat.

“Sudah ditindak lanjuti dari pihak pabrik. Pihak pabrik sudah mengajak mediasi supaya ada kejelasan. Sudah kami jelaskan tentang izin-izin semua dan keluhan dari masyarakat sudah kami setujui semua,” ucapnya.

Baca Lainnya

Atasi Lonjakan Distribusi Barang, Peneliti UPER Raih Pendanaan RIIM KI untuk Kembangkan Kendaraan Otonom Logistik

20 Maret 2026 - 10:57

Dugaan Oknum TNI Terlibat Penyiraman Air Keras, BEM PSI: Jangan Lindungi Pelaku!

19 Maret 2026 - 18:52

Gubernur Khofifah Siagakan OPD Hadapi Mudik Lebaran 2026, WFA Diterapkan Tanpa Ganggu Layanan Publik

18 Maret 2026 - 20:02

Pemkab Sidoarjo Berangkatkan 1.400 Pemudik Gratis, Siapkan 28 Bus ke 5 Rute Favorit

18 Maret 2026 - 20:00

News Trending DAERAH