Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

DAERAH

Distribusi Pupuk di Katingan Kurang

LOGOS TNbadge-check


					Distribusi Pupuk di Katingan Kurang Perbesar

Kasongan, Transnews.co.id – Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Katingan Yossy menyebutkan distribusi pupuk bersubsidi untuk kebutuhan para petani di Katingan mengalami kekurangan.

Diakuinya, pendistibusian dari Pemerintah Pusat melalui kementerian terkait memang mengurangi dari kuota sebelumnya.

“Pengurangan dari sebelumnya memang karena alasan keterbatasan anggaran pada anggaran pendapatan dan belanjar negara (APBN),” ungkap Yossy, Sabtu (2/4/2022).

Yossy mengatakan, bukan hanya di Katingan saja yang mengalami kekurangan distribusi. Namun, beberapa kabupaten dan kota juga mengalami hal yang serupa, dengan demikian, ia meminta agar para petani di wilayah Penyang Hinje Simpei agar dapat menerima dan memahami persoalan tersebut.

“Menyangkut pendistribusian pupuk bersubsidi yang semulanya diberikan kepada petani di Kecamatan Mendawai yang sebagiannya dipindahkan ke Kecamatan Katingan Kuala hal itu dibenarkan,” jelasnya.

Yossy mengatakan, alasan pemindahan pendistribusian pupuk dikarenakan jumlah pupuk bersubsidi di Mendawai itu dianggap cukup dan aman. Maka, sebagiannya dialihkan kepada para petani di kecamatan paling muara di Katingan. Pasalnya para petani di wilayah itu sangat membutukan pendistribusian dan pasokan pupuk bersubsidi.

Ia menambahkan, luas lahan persawahan yang terbesar ada di Kecamatan Katingan Kuala dan sebagian besar di Mendawai. Bahkan, produksi hasil gabah padi selalu mengalami surplus untuk memenuhi kebutuhan pangan di Katingan sejak 2010 hingga sekarang.

Baca Lainnya

Gubernur Khofifah Siagakan OPD Hadapi Mudik Lebaran 2026, WFA Diterapkan Tanpa Ganggu Layanan Publik

18 Maret 2026 - 20:02

Pemkab Sidoarjo Berangkatkan 1.400 Pemudik Gratis, Siapkan 28 Bus ke 5 Rute Favorit

18 Maret 2026 - 20:00

Jelang Lebaran 2026, Forkopimda Jepara Pastikan Stok Pangan dan Energi Aman

17 Maret 2026 - 21:39

Semarak Ramadhan, Grup Senam Aerobik Saigo Jepara Gelar Buka Bersama untuk Pererat Silaturahmi

16 Maret 2026 - 21:52

News Trending DAERAH