Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

DAERAH

DPKUKMP Sebut Rantai Distribusi Panjang Penyebab Harga Bahan Pokok Naik

LOGOS TNbadge-check


					DPKUKMP Sebut Rantai Distribusi Panjang Penyebab Harga Bahan Pokok Naik Perbesar

Palangka Raya, Transnews.co.id – Kepala Bidang Perdagangan pada Dinas Perdagangan, Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perindustrian (DPKUKMP) Kota Palangka Raya, Hadriansyah mengungkap, salah satu penyebab naiknya harga sejumlah bahan pokok di pasaran lebih disebabkan rantai distribusi yang panjang.

“Panjangnya rantai distribusi ini membuat harga bahan pokok yang sampai ke masyarakat mengalami kenaikan,” ungkapnya, Jumat (22/4/2022).

Menurut Hadriansyah, faktor penyebab panjangnya rantai distribusi tersebut antara lain, adanya biaya tambahan yang cukup tinggi. Seperti biaya transportasi dengan alasan naiknya harga bahan bakar minyak (BBM) dan lain-lain. Hal inilah yang akhirnya berdampak pada kenaikan harga modal barang atau logistik.

“Contoh naiknya harga bawang merah ataupun ayam kampung, penyebabnya tidak lain ke persoalan rantai distribusi yang panjang. Panjangnya rantai distribusi menimbulkan biaya tambahan yang tidak sedikit, sehingga pada akhirnya memengaruhi harga jual,” bebernya.

Tidak bisa dimungkiri kata Hadriansyah, kerap naik atau turunnya (fluktuasi) harga pangan, tentunya merupakan hal yang biasa. Terlebih setiap menjelang hari besar keagamaan. Baik menghadapi Ramadan, Idulfitri ataupun hari besar lainnya seperti Natal maupun menyambut tahun baru.

Hal itu terjadi karena kebutuhan pangan atau bahan pokok (Bapok), tidak lepas dari dinamika pasar yang berdasarkan produksi, distribusi dan permintaan. “Nah, ada tiga hal yang harus diperhatikan dalam menjaga ketahanan pangan, yakni terkait distribusi, kemudian stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok,” sebutnya.

Sementara ditanya terkait harga sejumlah bahan pokok di pasaran Kota Palangka Raya saat ini, dikatakannya, ada sejumlah komoditas pangan di pasaran kota setempat mengalami penurunan maupun kenaikan serta dengan harga yang tetap.

Baca Lainnya

Gubernur Khofifah Siagakan OPD Hadapi Mudik Lebaran 2026, WFA Diterapkan Tanpa Ganggu Layanan Publik

18 Maret 2026 - 20:02

Pemkab Sidoarjo Berangkatkan 1.400 Pemudik Gratis, Siapkan 28 Bus ke 5 Rute Favorit

18 Maret 2026 - 20:00

Jelang Lebaran 2026, Forkopimda Jepara Pastikan Stok Pangan dan Energi Aman

17 Maret 2026 - 21:39

Semarak Ramadhan, Grup Senam Aerobik Saigo Jepara Gelar Buka Bersama untuk Pererat Silaturahmi

16 Maret 2026 - 21:52

News Trending DAERAH