JEPARA, transnews.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara terus mempercepat pembangunan infrastruktur jalan di berbagai kecamatan sebagai bagian dari komitmen meningkatkan kualitas pelayanan publik dan memperlancar mobilitas masyarakat.
Salah satu proyek yang menjadi prioritas pada tahun 2026 adalah peningkatan ruas jalan di Desa Cepogo, Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara, yang saat ini tengah memasuki tahap pelaksanaan, Kamis (23/7/2026).
Pada tahun anggaran 2026, Pemkab Jepara mengalokasikan dana hingga ratusan miliar rupiah untuk memperbaiki ratusan kilometer jalan di sejumlah ruas strategis.
Ruas jalan di Desa Cepogo menjadi salah satu fokus utama karena memiliki peran penting sebagai jalur penghubung aktivitas masyarakat sekaligus akses distribusi hasil pertanian dan perkebunan.
Pekerjaan peningkatan jalan tersebut dilakukan melalui metode pelebaran jalan, pengecoran beton struktur, serta pelapisan aspal Lapis Laston Aus (AC-WC).
Metode ini dipilih untuk meningkatkan kekuatan konstruksi sehingga jalan lebih tahan lama dan mampu menahan beban kendaraan berat yang setiap hari melintasi kawasan tersebut, khususnya truk pengangkut hasil perkebunan.
Pengecoran jalan dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis yang telah ditetapkan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Jepara, sehingga diharapkan menghasilkan infrastruktur yang berkualitas, aman, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Proyek peningkatan ruas jalan Cepogo memiliki nilai anggaran sebesar Rp4.746.402.957. Pekerjaan dimulai pada 8 Juli 2026 dan ditargetkan selesai pada 1 Oktober 2026. Adapun volume pekerjaan meliputi Lapis Laston Aus (AC-WC) sebanyak 1.774,68 ton serta beton struktur FC 25 MPa sebanyak 335,25 meter kubik. Seluruh pelaksanaan proyek berada di bawah pengelolaan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Jepara.
Pemerintah Kabupaten Jepara berharap pembangunan infrastruktur ini mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah, mempercepat distribusi hasil pertanian dan perkebunan, serta memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kecamatan Kembang dan sekitarnya.
Selama proses konstruksi berlangsung, pemerintah mengimbau seluruh pengguna jalan agar meningkatkan kewaspadaan, mematuhi rambu-rambu lalu lintas, serta mengikuti arahan petugas di sekitar lokasi proyek demi menjaga keselamatan bersama.
“Jalan yang baik bukan sekadar menghubungkan satu tempat dengan tempat lainnya, tetapi juga menjadi penghubung harapan, pertumbuhan ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat. Infrastruktur yang berkualitas hari ini adalah investasi bagi kemajuan generasi di masa depan.”












