Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

DAERAH

Gubernur Jatim Minta Masyarakat Tidak Serahkan Hidup pada Digitalisasi

LOGOS TNbadge-check


					Gubernur Jatim Khofifah Indar parawansa, saat memberi sambutan pada  perayaan milad Muhammadiyah ke-112 H/109 M. di Aula Mas Masyur, PW Muhammadiyah Jawa Timur Jl Kertomenanggal IV No.1 Surabaya, Sabtu (27/11/2021). Perbesar

Gubernur Jatim Khofifah Indar parawansa, saat memberi sambutan pada perayaan milad Muhammadiyah ke-112 H/109 M. di Aula Mas Masyur, PW Muhammadiyah Jawa Timur Jl Kertomenanggal IV No.1 Surabaya, Sabtu (27/11/2021).

Surabaya, Transnews.co.id – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawaansa meminta masyaralat tidak sepenuhnya menyerahkan hidup pada digitalisasi.

Hal tersebut disampaikan gubernur, saat Perayaan Milad Muhammadiyah ke-112 H/109 M. di Aula Mas Masyur, PW Muhammadiyah Jawa Timur Jl Kertomenanggal IV No.1 Surabaya, Sabtu (27/11/2021).

Menurut gubernur, digitalisasi informasi memberi kemudahan yang memungkinkan kita melakukan lompatan-lompatan pada proses kehidupan dan beraktivitas. Salah satu teknologi yang sering digunakan di era sekarang, lanjut gubernur adalah google maps.

“Google maps mambatu perjalanan kita menuju suatu tempat, bahkan bisa mengarahkan kita untuk menghindari kemacetan dan menampikan waktu tempuh,” ungkapnya

Lebih lanjut dikatakan gubernur, meski sangat dimudahkan, tetapi kita tidak bisa menyerahkan hidup pada digitalisasi semata, karena teknologi tidak punya aspek spiritual dan rasa di dalamnya semua tertgantung yang mengopersikan atau program di dalamnya.

Agar teknologi bisa termanfaatkan dengan benar, gubernur berharap, teknologi tidak berjalan sendiri tetapi digerakkan oleh manusia, Karena manusia punya ruh yang religiusitas dan punya rasa di dalamnya.

Semoga kedepan, teknologi dan spiritual bisa sinkron dengan program strategis pemerintah yang bisa didedikasikan untuk membangun masyarakat Indonesia dengan proses pendekatan yang lebih komprehensif dari sisi teknologi, ruh spiritual, dan ruh rasanya akan terintegrasi.

“Indonesia sangat memungkinkan menjadi bagian dalam memberikan perubahan. Pada dunia digitalisasi memungkinkan kita untuk masuk ke ruang-ruang dan melakukan koneksitas untuk memberikan perubahan,” tuturnya. (hd).

Baca Lainnya

Pemkab Sidoarjo Renovasi 400 Warung Rakyat, Naikkan Bantuan Jadi Rp10 Juta per Unit di Tahun 2026

11 Februari 2026 - 21:31

IWAPI Sidoarjo Didorong Jadi Motor Transformasi Digital, Sekda Fenny: Perempuan Pengusaha Kunci Indonesia Emas 2045

11 Februari 2026 - 21:29

Polres Jepara Tetapkan 3 Tersangka Kasus Miras Oplosan Maut di Pakis Aji

11 Februari 2026 - 21:13

Pesta Miras Oplosan di Jepara: 5 Warga Tewas Beruntun, 3 Warga Kritis

11 Februari 2026 - 12:00

News Trending DAERAH